Stok Beras Cukup untuk 4 Bulan

RIO-GUB DAN FKPD SIDAK BERAS DI BULOG DAN PASAR (14)

BENGKULU, BE – Untuk memastikan persediaan beras di Bengkulu menjelang lebaran pertengahan Juli nanti, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah bersama Wakil Gubernur Sultan B Najamuddin dan unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu seperti Kapolda Brigen Pol Drs M Ghufron MM MSi, Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Fajar Budiman SIP, Kajati Syahril Yahya, Ketua BMA Kota Drs Efendi MS, Kepala BPOM Zulkifli dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, usai memperingati Isra’ Mi’raj kemarin (25/5) langsung  melihat stok beras di Gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) Bengkulu. Dari penelusuran tersebut, stok beras dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu selama 4 bulan kedepan.

Diketahui, saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog mencapai 7.560 ton dengan pembagian penyimpanan masing-masing 6.000 ton di gudang Bulog Kota Bengkulu dan sisanya sebanyak 1.650 ton terbagi di gudang Bulog Manna, Curup dan Arga Makmur.

“Kita berkunjung ke gudang Bulog ini untuk mengetahui sejauh mana kediaan stok beras menjelang bulan puasa. Seteleh kita melihat langsung stok yang ada, jumlah 6.000 ton di Kota dan 1.650 ton di kabupaten cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat selama 4 bulan kedepan,” kata Gubernur Junaidi.

Dengan memadainya stok tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu mengkhawatirkan akan kesediaan beras.

Namun demikian, untuk menghindari penyalahgunaan penyaluran, pemprov berencana akan membentuk Tim Terpadu Pengawasan Pangan. Tim ini bertugas memantau penyebaran bahan pangan untuk masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa dan lebaran nanti.

“Tim Terpadu Pengawasan Pangan ini melibatkan banyak elemen mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, BPOM, dan Badan Masyarakat Adat dibawah Disperindag Provinsi Bengkulu. Tim ini bertugas untuk memberikan pengawasan sesuai dengan standar kualitas masing-masing bahan pangan,” terangnya.

Selain mengecek kediaan stok di Gudang Bulog, gubernur bersama FKPD ini juga melakukan sidak ke sejumlah toko beras di Pasar Panorama Bengkulu. Sidak ini berkaitan dengan beredarnya beras plastik atau sintetis.

Namun dari beberapa tempat penjualan beras yang dikunjungi, tidak ditemukan beras plastik, semua murni beras asli.

“Setelah kita turun langsung, tidak ada ditemukan beras plastik di Bengkulu,” katanya.

Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat Bengkulu untuk tidak perlu mengcemaskan beras yang beredar saat ini, karena belum ditemukan dan belum ada laporan keberadaan beras plastik.

“Tidak perlu khawatir, dan kita berharap beras plastik tidak masuk ke Bengkulu,” tukasnya.

Dibagian lain, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs M Ghufron juga mengaku sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai beras plastik tersebut, padahal sudah beredar sejak 1 minggu yang lalu.

“Kalau ada pasti ada laporannya, buktinya sampai saat ini tidak ada yang melapor berarti beras plastik tersebut tidak ada di Bengkulu,” singkatnya.(400)