Stok Beras Bulog, Hingga Lebaran

ARY/Bengkulu Ekspress Petugas gudang Bulog Sub Divre Rejang Lebong saat melakukan penyortiran beras. Bulog Sub Divre Rejang Lebong memastikan stok beras cukup untuk tiga bulan ke depan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Bulog Sub Divre Rejang Lebong memastikan ketersediaan beras di gudang milik mereka cukup untuk tiga bulan ke depan atau hingga lebaran Idul Fitri nanti. Demikian disampaikan Kepala Bulog Sub Divre Rejang Lebong, Samsudin Agung. “Untuk stok beras, insya Allah tidak ada masalah bahkan cukup untuk keperluan selama tiga bulan kedepan,” sampai Agung.

Dijelaskan Agung, khusus untuk beras yang ada di Gudang yang ada di kantor Bulog Sub Divre Rejang Lebong sendiri, menurutnya ada sebanyak 500 ton beras mulai dari kualitas sedang hingga premium. Selain yang ada di gudang di Kantor Sub Divre Rejang Lebong, beras juga masih ada yang mereka simpan di gundang Bulog yang ada di Desa Pekalongan Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang.

“Selain yang ada di gudang kita, stok beras ada yang dalam perjalanan,” tambah Agung.

Bahkan menurut Agung, dengan melihat stok yang ada saat ini, beras yang disiapkan Bulog Sub Divre Rejang Lebong juga cukup untuk mengantisipasi kelangkaan beras saat bulan Ramadhan maupun lebaran Idul Fitri mendatang.

Untuk sumber beras sendiri, menurut Agung selain beras lokal yang mereka beli langsung dari petani yang ada di sekitar wilayah kerja Bulog Sub Divre Rejang Lebong yaitu Rejang Lebong, Kepahiang dan Lebong. Pihaknya juga mengambil beras dari luar provinsi Bengkulu seperti dari Lampung bahkan ada yang dari Sulawesi dan sebagian kecil adalah beras impor.



“Kalau untuk beras lokal, sebagian dari luar Bengkulu seperti dari Lampung dan Pulau Jawa,” papar Agung.

Dengan masih cukupnya stok beras yang ada di gudang Bulog Divre Rejang Lebong tersebut, Agung mengimbau kepada masyarakat Rejang Lebong, Lebong dan dan Kepahiang untuk tidak khawatir akan kelangkaan beras.
Sementara itu, untuk harga beras sendiri, menurut Agung saat ini masih stabil.

Dimana berdasarkan pantauan mereka di lapangan harga beras di tiga kabupaten masih dibawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh masyarakat. “Untuk harga beras di pasaran sendiri, saat ini masih terbilang stabil. Selain karena pasokan yang melimpah, stabilnya harga beras ini juga karena kita masih melaksanakan operasi pasar,” demikian Agung. (251)