Stok Beras Aman

RIO/Bengkulu Ekspress
BERAS MEDIUM: Kepala Bulog Divre Bengkulu, Defrizal bersama Kepala BPS Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani dan Ketua Harian Satgas Pangan Provinsi Bengkulu, AKBP Edy Sudjatmiko melepas kendaraan pengangkut beras medium dalam launching ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium tahun 2019, Kamis (3/1).

Bulog Launching  Stabilitas Harga Pangan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Bengkulu kembali melaunching Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) beras medium tahun 2019. Launching tersebut dilakukan serentak se-Indonesia pada awal tahun ini.

Kepala Bulog Divre Bengkulu, Defrizal SE mengatakan, Program KPSH beras medium itu dilakukan secara berkelanjutan 1 bulan sekali. Untuk itu, Difrizal memastikan stok beras semua gudang Bulog aman sampai 5 bulan ke depan.

“Kita pastikan aman ketersediaannya 5 bulan kedepan. Jadi masyarakat jangan khawatir,” ujar Defrizal kepada Bengkulu Ekspress usai melaunching Program KPSH beras medium di Gudang Bulog Bengkulu, kemarin (3/1).

Dijelaskannya, Program KPSH beras medium kembali dilakukan, mengingat Bansos Rastra belum semuanya direalisasikan di Bengkulu. Di samping itu, kondisi cuaca yang terus tak memungkinkan panen padi ditingkat masyarakat dilakukan. “Kondisi ini membuat kita kembali menyalurkan sesuai dengan perintah presiden,” tambahnya.

Untuk tahun 2018, program tersebut telah merealisasikan beras medium sebanyak 4.271 ton. Beras medium itu disalurkan ke toko atau kios yang berada di 2 pasar, yaitu Pasar Panorama dan Pasar Minggu, Kota Bengkulu. Ada juga yang digelontorkan ke masyarakat melalui mitra dan Rumah Pangan Kita (RPK) di-seluruh kabupaten/kota. “Tahun ini tetap kita gelontorkan ke lokasi itu,” papar Defrizal.

Operasi pasar yang bekerjasama dengan Satgas Pangan dan Disperindag kabupaten kota dan provinsi ini, tidak hanya beras yang didistribusikan kepada masyarakat, melainkan Bulog juga menyiapkan jenis pangan lainnya. Seperti gula, tepung, minyak goreng dan daging beku.

“Tujuannya agar komoditi yang ada dengan kita menyebar ke masyarakat agar kualitas dan harga beras terjangkau dengan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, beras merupakan kebutuhaan pokok masyarakat. Bahkan beras mampu mempengaruhi ekonomi secara nasional. Jika harga dan kebutuhan beras tidak terkendali, maka penduduk miskin juga bakal meningkat. “Untuk itu, beras ini jangan sampai memicu inflasi,” ujar Dyah.

Angka inflasi Bengkulu tahun 2018 sebesar 2,35 persen. Angka inflasi ini turun dibanding tahun 2017 dan 2016. Inflasi ini tidak dipengaruhi pangan tapi masih dipengaruhi harga tiket pesawat.  “Inflasi transportasi penerbangan memang tidak mempengaruhi masyarakat kecil. Tapi sangat berdampak dengan masyarakat. Karena investor bakal berfikir ulang ke Bengkulu kalau harga tiket pesawat mahal,” ungkapnya.

Untuk tetap menjaga stabilitas harga, maka pihaknya meminta semua stakeholder bersama-sama menjaganya.  “Mari kitakompak menjaga stabilitas pangan dan kita harus saling kerjasama,” imbuh Dyah.Di sisi lain, Pelaksana Harian Satgas Pangan, Edi Sujatmiko menegaskan, Satgas Pangan akan tetap mengawal dari belakang terkait ketersediaan pangan, distribusi dan harga.  “Satgas Pangan dibentuk semata-mata untuk ikut dengan stakeholder menghadapi gejolak ekonomi, agar sistem berekonomian kita pada pada relnya,” tegas Edi.

Dikatakannya, beras merupakan kebutuhaan pokok masyarakat. Kalau terganggu maka juga mengganggu stabilitas politik.  “Bulog yang melakukan distribusi program itu, dan Satgas Pangan sampai kabupaten/kota akan meng awalnya,” pungkasnya. (151/krn)