Stok BBM Habis, 3 Mobil Diamankan

BENGKULU, BE- Masalah kelangkaan BBM belum juga berakhir. Bahkan di Kabupaten Kaur, stok BBM sudah kosong, kemarin. Akibatnya, antrian kendaraan di SPBU Kota Bintuhan terpantau memanjang hingga nyaris menutup separuh badan jalan raya. Kondisi antrian panjang itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Informasi terhimpun, selain banyaknya kendaraan yang antri, pasokan BBM ke Kaur ternyata juga berkurang. Biasanya 16 ton per hari menjadi 8 ton sehari. Pantaun BE, kemarin sekitar pukul 08.00 WIB-pukul 10.00 WIB, antrian kendaran roda empat hanya terjadi pada pembelian solar dan premium. Sementara tidak terlihat antrian pada pembelian pertamax. Pada pembelian premiun, antrian kendaraan roda dua motor juga terlihat semakin panjang. Bahkan, puluhan motor dengan tangki berkapasitas belasan liter yang banyak digunakan para pedagang bensin eceran terlihat ikut mengantri.
“Setiap hari, motor-motor bertangki besar dengan kapasitas 16 hingga 17 liter bensin ikut mengantri berama warga lainnya. Bahkan, mereka terlihat bolak-balik ke SPBU membeli bensin,” ungkap Rijal (45), warga Bintuhan, saat ditemui mengantri BBM di SPBU Bintuhan kemarin (29/5).

Tidak terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga di sejumlah SPBU, khususnya di jalan raya, sehingga tidak tertibnya kendaraan saat melintas di jalanan. Antrian kendaraan tidak teratur seharus pihak kepolisian melakukan aktivitas. “Kita lihat semuanya tidak terautur mulai dari arah kota Bintuhan menuju kecamatan Maje dan sebaliknya. Bahkan, antrian panjang hingga mencapai 500 meter,” jelasnya.

Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK melalui Perwira Pengelola Informasi Brigpol Sudiro mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah menerjunkan beberapa personil untuk mengawasi BBM mengingat banyaknya kendaraan yang melintas cukup padat sehingga terjadi kemacetan. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasinya, namun kondisnya jalan sempit kemudian kendaraan berbagai jenis melintas,” jelasnya.¬†Sementara itu, Kadisperindakop dan UKM Kaur Drs Agunawan MM mengatakan persoalan kurangnya stok BBM memang sudah merekakoordinasikan dengan Pertamina. Namun belum juga ada solusi dari Pertamina. “Memang kapasitasi kuota BBM disesuaikan dengan daerah masing-masing, namun jika masih juga kurang tentunya menjadi persoalan, selian antrian juga mengambat ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

3 Mobil Diamankan

Sementara di Bengkulu Selatan (BS), Polres BS mengamankan tiga unit mobil yang diduga dipakai pemiliknya untuk menimbun BBM jenis premium, kemarin (29/5) sekitar pukul 07.15 WIB di SPBU Kutau. Indikasinya, tangki mobil jenis sedan, carry dan TS, itu sudah tak standar alias sudah dimodifikasi agar bisa menampung BBM dalam jumlah yang banyak.Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Lantas Iptu M Rikki Ramadhan didampingi KBO Lantas Ipda Indra parameswara dan Kanit Tilang Ipda Asber P kepada BE membenarkan kalau pihaknya telah berhasil mengamankan tiga kendaraan tersebut.

Dikatakanya, pengamanan terhadap tiga kendaraan itu lantaran pemiliknya telah menggunakannya untuk membeli BBM dalam jumlah yang besar. Diketahuinya tangki mobil itu sudah dimodifikasi lantaran saat membeli BBM di SPBU mereka kelihatan gelisah hingga memicu kecurigaan petugas. Aparat langsung mendekati pemilik kendaraan dan langsung memeriksa tangki kendaraan dan menemukan sudah tidak standar lagi. Polisi memperkirakan tangki yang sudah dimodifikasi itu mampu menampung 200 lebih liter BBM. Untuk itu Kapolres juga mengharapkan kepada para petugas SPBU untuk tidak memberikan pelayanan lebih kepada para pengantri. Sebab sebagaimana edaran bupati beberapa waktu lalu untuk kendaraan roda empat dibatasi hanya boleh membeli BBM senilai Rp 100 ribu. Dengan begitu maka para pemilik kendaraan lainnya tidak akan bisa membeli BBM lebih dari yang sudah ditetapkan. Lanjut dia, dengan tertangkapnya tiga kendaraan tersebut pihaknya akan semakin intensif melakukan razia terhadap kendaraan lainnya. Dengan begitu ke depannya setiap mobil yang dicurigai akan mereka periksa. Sehingga jika ada yang tangkinya dimodifikasi akan langsung diamankan. “Kami akan terus melakukan pengamanan di dua SPBU di BS, jika ada lagi yang tangkinya di modif akan langsung kami angkut ke Pos Lantas,” terangnya. (823/369)