Status Darurat Belum Dicabut

RIO/Bengkulu EkspressBANTUAN: Petugas Satpol PP Provinsi Bengkulu menyusun logistik bantuan bencana yang berdatangan dari berbagai pihak di Posko Bencana Terpadu BPBD Provinsi Bengkulu, Kamis (2/5).

Pencarian Korban  Masih Dilakukan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah telah menetapkan status darurat bencana selama 7 hari sejak terjadinya banjir dan tanah longsor. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu belum memutuskan untuk menghentikan status tanggap darurat bencana.

Sebab proses pencarian korban yang masih hilang dan distribusi logistik masih dilakukan di sejumlah wilayah Bengkulu. Khususnya di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. “Kita belum putuskan masih berlanjut ataupun tidak,” terang Nopian, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (2/5).

Dikatakannya, untuk menghentikan status darurat bencana alam itu ada tiga faktor yang sudah bisa diselesaikan. Diantaranya proses evakuasi korban bencana, upaya penyelamatan yang telah selesai dilakukan dan pemenuhan kebutuhaan dasar bagi masyarakat yang menjadi korban bencana. “Kuncinya di tiga itu,” tambahnya.



Apalagi saat ini, lanjut Nopian, proses pencarian korban hilang 5 orang di Kabupaten Benteng dan satu orang di Kabupaten Kaur masih terus dilakukan oleh tim Basarnas dan dibantu oleh warga.  Proses pencarian orang hilang itu sesuai dengan SOP Basarnas dilakukan selama 7 hari. Meski telah masuk hari ketuju, namun demikian Nopian menegaskan, belum bisa diputuskan untuk menghentikan pencarian. “Secara SOP Basarnas memang 7 hari. Tapi pencarian tetap dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujar Nopian.

Nopian menegaskan, jika semua warga yang menjadi korban bencana telah normal kembali aktifitasnya. Termasuk distribusi logistik sudah mendapatkan semuanya, maka statusnya akan dirubah. Status selanjutnya ialah masa pemulihan. Setelah selesai, baru masuk tahap rehabilitasi dan rekontruksi. “Semua ada tahapannya. Mudah-mudahan tidak diperpanjang, agar bisa masuk ketahap selanjutnya,” tuturnya.

Sementara itu, hingga kemarin (2/5), bantuan terus datang ke BPBD Provinsi Bengkulu dari pihak-pihak yang memberikan bantuan untuk warga yang terkena bencana alam. Untuk uang tunai bantuan yang masuk di kas BPBD masih ada sekitar Rp 81,9 juta.

Belum lagi logistik makanan siap saja, pakaian, minuman dan bantuan lain juga ada di BPBD Provinsi Bengkulu. Bantuan yang sudah masuk, Nopian memastikan akan didisribusikan semuanya kepada korban bencana.  Tim BPBD yang sebagai pihak penyalur, untuk memastikan semua korban mendapatkan bantuan tersebut. “Distribusi logistik terus diberikan sampai ke daerah yang terisolir. Pastikan semua dapat. Karena logistik hasil donasi masih cukup untuk disalurkan,” tandasnya.

BPBD Revisi Jumlah Korban

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Benteng mennggelar konferensi pers dan melakukan klarifikasi terhadap terhadap jumlah korban meninggal dunia yang telah dirilis beberapa waktu. Jika sebelumnya BPBD telah merilis jumlah korban meninggal dunia sebanyak 24 orang. BPBD Benteng melakukan verivikasi ulang dan menetapkan bahwa korban bencana yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia berjumlah 19 orang (lihat grafis,red).

Hingga kemarin, upaya pencarian yang dilakukan bersama TNI, Polri, Basarnas dan Tagana masih tetap dilakukan. Fokus pencarian dilakukan di bagian hilir sungai rikis di sekitar jembatan Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa.”Yang dirilis beberapa waktu lalu itu adalah data awal,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Benteng, Drs Tomi Marisi MSi.

Setelah divalidasi ulang dan mendata ulang ke desa-desa yang terkena dampak bencana. Alhasil, beberapa nama yang tercatat tenyata adalah 1 orang yang sama. “Sampai hari ini, korban yang meninggal berjumlah 19 orang dan yang hilang berjumlah 2orang,” jelasnya. (135/151)