SPBU Kembang Seri Disegel 13 Jam

2,6 Ton Premium Disita

TALANG EMPAT, BE – Menghitung hari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijadwal 1 April membuat kepolisian siaga I. Tak hanya mengawasi gejolak masyarakat tapi juga upaya penimbunan BBM. Dini hari kemarin sekitar pukul 03.00 WIB, Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara melakukan penyegelan terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kembang Seri, Talang Empat, Bengkulu Tengah. SPBU ini diduga akan melakukan upaya penimbunan bahan bakar jenis premium sebanyak 2,6 ton. Kepolisian memeriksa secara mendadak SPBU tersebut. Hasilnya ditemukan ada stok premium sebanyak 3,6 ton. Padahal jumlah yang diperbolehkan distok maksimal 1 ton. Polisi pun menyita 2,6 ton. “Jumlahnya sekitar 2 ton kami sisihkan dari stok yang seharusnya, 1 ton,” ungkap Kasat Reskrim Polres BU, AKP M Arif SIKom. Saat dilakukan pemeriksaaan, 3 petugas SPBU diminta memeriksa kondisi stok BBM itu, Sis, Dores, dan Rizki. Ketiganya dijadikan saksi untuk dimintai keterangan, karena saat itu sedang berjaga di lokasi. “Ketiga dijadikan saksi atas persediaan stok BBM yang ada di SPBU,” ungkapnya. Sementara itu Manager SPBU Kembang Seri, Muniratul Fatiah didampingi suaminya datang ke Polsek Talang Empat sekitar pukul 12.00 WIB. Ia mengaku tidak mengetahui adanya pemeriksaan itu. Menurutnya stok BBM hingga 3 ton itu tidak menyalahi aturan. “Stok 3 ton itu sebagai keperluan emergency, bukan untuk keperluan lain. Biasanya sudah saya ingatkan pengawas saya. Namun untuk jumlah yang ini saya tidak tahu,” jelas Ety, sapaan Muniratul Ety mengatakan pihaknya tidak bersalah dalam hal ini, karena jumlah itu murni untuk keperluan alias cadangan. Bukan untuk diperjualbelikan. “Saya tetap tidak mengerti penyitaan itu, kalau memang demikian aturan mainnya lebih baik saya jual semua bensin, tanpa harus ditunda-tunda,” kata Ety. Dalam pembahasan menghabiskan waktu sekitar 3 jam itu, SPBU meminta agar police line dilepas karena tidak ada sangkut-pautnya dengan penyitaan BBM. Selain itu juga, untuk kepentingan umum yang ingin membeli BBM. “Kalau tidak terkait penyitaan, saya minta segel dibuka. Karena saya masih harus melayani pembeli BBM kasihan nanti kalau mereka tidak dilayani,” ungkap Ety. Segel yang terpasang sejak pukul 03.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sore segel akhirnya dilepas. pelepasan dilakukan langsung anggota reskrim Polres BU.

Tetap Diproses
Kapolsek Talang Empat, Iptu M Arif Batubara yang ikut memback up razia itu menjelaskan kasus dugaan penimbunan BBM itu tetap akan diproses. “Belum diketahui akan dikenakan pasal apa karena masih dalam proses pembuktian,” ungkap M Arif. Pengamanan BBM dilakukan melibatkan 7 personel tiap SPBU. Sekitar 250 personel diturunkan guna pengamanan jelang kenaikan BBM. Personel dari Sabhara Polres BU, diback up polsek terkait. Pengamanan dilakukan di seluruh SPBU di Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah (Benteng). Di bagian lain, Disperindag Benteng bakal menurunkan tim terpadu guna antisipasi kenaikan BBM. “Besok (hari ini, 26/3) tim terpadu segera diturunkan, guna antisipasi kemungkinan terjadinya penimbunan BBM, melibatkan kepolisian Satpol PP dan Dishub,” kata Kadis perindag Benteng, A Rifai Rauf.

Siaga I

Kepolisian mengambil sikap siaga I menghadapi kenaikan BBM. Ini instruksi langsung dari Kapolri dan berlaku sejak 24 Maret 2012 dan baru akan berakhir hingga situasi menjadi kondusif. ” Kita tidak main – main didalam melakukan pengawasan persoalan BBM menjelang kenaikan ini. Terlibat pasti akan disikat,” terang Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Drs Burhanudin Andi MH didampingi Kabid Humas, AKBP Hery Wiyanto, SH. Hery mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap hampir seluruh SPBU di Provinsi Bengkulu ini. Selain itu, pihak korps baju coklat ini, juga terus melakukan koordinasi dengan pihak PT Pertamina terkait stok BBM, pendistribusian dan lainnya. Pasalnya, persoalan BBM ini, sudah menjadi persoalan nasional dan tidak hanya di Bengkulu saja. Pihaknya, juga mengharapkan kepada pihak PT pertamina selaku pihak yang mendistribusikan BBM kepada tingkat SPBU di Provinsi Bengkulu untuk tidak terlambat sehingga tidak menimbulkan antrian yang panjang. ” Kita mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak panik dan janganlah menimbun BBM karena akan merugikan diri sendiri,” imbuhnya.

Antre Panjang

Kondisi antrean masih mengular di SPBU-SPBU. Pemandangan di Kota Bengkulu panjang antrean mencapai 1 Km lebih. Seperti yang terjadi di SPBU Kampung Bali, KM 6,5 dan Tebeng. Salah seorang pengantre, Partono (39) mengatakan, ia sengaja meluangkan waktu untuk mengantri BBM meskipun cuaca panas. Soalnya 1 April hanya tinggal hitungan hari, dan harga BBM akan baik. “Kami keberatan dengan naiknya harga bensin pada Tanggal 1 April besok, untuk itu sebelum tanggal 1 kami akan mengantre,” katanya. Pemandangan yang sama juga terlihat di SPBU KM 6,5. Di SPBU ini terlihat jumlah pengantre pengguna roda 4 lebih panjang dari pengguna roda 2. Namun menariknya, beberapa pengantre mengaku sengaja untuk menyimpan BBM di rumahnya dan digunakan ketika harga BMM sudah naik. “Selain dipakai, bensin ini juga kami simpan untuk persiapan jika harga sudah dinaikkan,” kata salah seorang pengatre yang tidak mau menyebutkan namanya. Sementara itu, salah seorang petugas SPBU Tebeng, Riko mengaku heran dengan panjangnya antrean. Padahal stok BBM selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Mungkin ini bentuk kecemasan masyarakat saja, karena harga mau naik,” cetusnya. Ia mengungkapkan, dengan adanya antrean panjang tersebut membuat pihaknya harus meminta tambahan stok ke Pertamina. “Biasanya kami diberi stok 32 ton, tapi sekarang sudah 40 ton perhari,” ujarnya.(400/cw2/111)