SPBU Gunung Selan Kosong

A
ARGA MAKMUR, BE – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai di satu sisi memberi dampak buruk. Pasalnya, pada salah satu SPBU yang ada di Kecamatan Arga Makmur yakni Gunung Selan stok BBM dalam keadaan kosong.
Hal ini telah terjadi sejak hari minggu yang lalu. Kekosongan SPBU ini kurang diketahui apa penyebabnya, sebab SPBU dalam keadaan kosong, hanya ada penjaga SPBU disana, tidak ada managernya. Pada tempat pengisian BBM tersebut hanya ditaruh pengumuman bertuliskan pasokan BBM masih dalam pengiriman.
Salah seorang warga setempat, Leni (36) yang rumahnya tidak jauh dari SPBU mengatakan, memang kondisi SPBU tersebut telah kosong sejak hari minggu. Sebelumnya di SPBU tersebut masih melayani penjualan BBM baik premium dan solar serta pertamax.
“Kita kurang tahu pasti, tapi ada pengumumannya BBM masih dalam pengiriman, masa iya sudah tiga hari BBM nya gak sampai-sampai,” ujarnya.
Ditambahkannya, dengan tidak adanya BBM di SPBU tersebut membuat pihaknya terpaksa mengisi BBM untuk motor pada eceran atau pertamini. Namun harga pada Pertamini ini lebih tinggi dari di SPBU. Tapi, karena dalam keadaan terpaksa, pihaknya tetap membeli di Pertamini atau motor tidak bisa jalan.
“Kalau biasanya Rp 15 ribu sudah full tank, kalau di Pertamini (eceran, red) belum full,” imbuhnya.
Pihaknya juga heran dengan kondisi ini, mengapa SPBU dalam keadaan kosong tapi Pertamini selalu memiliki stok. Bukannya Pertamini mendapatkan BBM dari SPBU. BBM belum naik saja telah terjadi kelangkaan, apalagi kalau BBM sudah naik.
“Kita takut BBM ini akan langka, sekarang saja SPBU sudah mulai kosong,” tuturnya.
Hal ini tentunya imbas dari rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, sehingga membuat stok BBM langka. Belum lagi peraturan mengenai pembatasan BBM. Sehingga sangat dimungkinkan BBM ini bisa langka menjelang kenaikan harga.
“Tambah sulit saja kalau BBM naik, belum lagi harga karet masih anjlok,” keluhnya. (927)