SPBU Dilarang Isi Jerigen

KEPAHIANG, BE – Menjelang hari Raya Idul Fitri 1435 H, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diminta tidak melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pakai jerigen. Hal ini ditegaskan Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno MH dalam rapat koordinasi (Rakor) antar intas sektoral di ruang rapat Mapolres, kemarin.  Larangan melayani pembelian BBM dengan jerigen tersebut penerapannya akan dimulai dari H-3 sampai H + 3 lebaran.
“Pembelian menggunakan wadah jerigen maupun sejenisnya, dapat mengurangi stok BBM di SPBU. Sehingga dari H-3 sampai H+3 lebaran, pembelian BBM dengan jerigan di stop dulu. Saya minta kepada pihak-pihak terkait yang dilibatkan oleh SPBU, untuk dapat menyampaikannya ke pengelola maupun ke petugasnya tentang tidak melayani jerigen ini,” sampai Kapolres.
Dikatakannya, jika pihak SPBU tidak mengindahkan larangan tersebut, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
“Pada H-3 dan H+3 lebaran, penggunaan BBM akan meninggkat. Melayani pembelian dengan wadah jerigen pada waktu itu, BBM akan menjadi langka dan hargapun langsung melonjak di eceran-eceran hingga Rp 10 Ribu perliternya. Itu berarti telah mempersulitkan warga kita,” jelasnya.
Menurutnya, dari pemantauan pihaknya suplai BBM dari PT Pertamina mendekati hari Raya Idul Fitri di Kepahiang masih standar seperti biasanya. Meskipun nantinya terdapat tambahan, maka pembelian jerigen tetap tidak diperbolehkan.  “Kita tidak ingin di wilayah kita nantinya atau tepatnya dari H-3 sampai H+3 hari raya terjadi kelangkaan BBM. Itu perlu diingatkan Pemkab melalui instansi terkait ke SPBU,” tandasnya. (505)