SPBU Baru Sulit Terwujud

TALO, Bengkulu Ekspress – Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di Kelurahan Masmambang, Kecamatan Talo, tampaknya sulit terwujud. Bakal menemui kendala untuk mendapatkan rekomendasi persetujuan dari sejumlah liding sektor Organisasi Perangkat Daerah(OPD). Dilatar belakangi lokasi untuk SPBU yang diusulkan itu kecil. Selain itum ada juga kendala pada instalasi pengelolaan limbah (Ipal), garis sepadan bangunan, serta sepadan badan jalan.

“Izin pendirian SPBU ini sulit terwujud. Mengingat lokasi yang diusulkan kecil juga berdampingan dengan pemukiman warga serta sepadan bangunan dan sepadan badan jalan tidak memungkinkan lagi,” tegas Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Seluma Drs Mahwan Jayadi kepada BE kemarin (16/7).

Dijelaskan, pengecekan ke lokasi beberapa waktu lalu juga diikuti oleh OPD terkait, guna melakukan kajian analisa dari segala aspek bidang masing-masing sebelum dikeluarkannya rekomendasi akan izin. Dari kasat mata saja juga sudah bisa dipastikan sulit terwujud. Jika memang hendak mendirikan SPBU di Kabupaten Seluma, maka bisa di berikan rekomendasi lokasi yang bagus.

“Jika usulan sudah menyebutkan lokasi, maka jelas susah terkecuali jika menyebutkan secara global maka bisa juga diberikan alternatifnya,” imbuhnya.

Mahwan menerangkan, penjelasan dari pengusul dan pendiri SPBU sudah memiliki surat rekomendasi penambahan kuota BBM untuk SPBU ini kedepannya. Namun hal ini perlu dipertanyakan kembali. Mengingat di Kabupaten Seluma juga terjadi antrian panjang BBM di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Seluma.

“Jelas jika memang ada penambahan kuota akan menguntungkan, namun dengan adanya SPBU baru jumlah kebutuhan tidak bertambah dan antrian BBM tetap ada jelas ini akan membawa dampaknya,”imbuhnya.

Disampaikan, izin lokasi, izin lingkungan, kajian Amdal lingkungan, serta UKL/UPL tetap harus disampaikan. Namun, terlebih dahulu harus mendapatkan kajian bersama tim teknis lainnya seperti, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Lingkungan Hidup (LH), serta Disperindagkop dan UKM. Dijelaskan, usulan pendirian SPBU ini berada di Kelurahan Masmambang bersebelahan dengan gardu listrik dan tak jauh dari jembatan kecil. Hanya saja, jika kasat mata lokasi ini jelas kecil. Untuk itu, tim mengkaji lagi lanjut usulan lokasi ini apakah layak atau tidak untuk di bangun SPBU.

“Lokasi SPBU jelas haruslah besar. Mengingat lokasi SPBU juga harus menyediakan fasilitas umum, seperti tempat istirahat serta wc umum bagi pengemudi kendaraan besar. Pasalnya, lokasi dan kawasan tersebut merupakan pelintasan,” imbuhnya. (333)