Spanyol Lapar Gelar, Incar Trofi PD 2014

KIEV, BE – Spanyol telah menyapu tiga gelar di tiga turnamen besar terakhir (Euro 2008, Piala Dunia 2010, Euro 2012). Capaian ini sepertinya sulit disaingi tim manapun di masa mendatang. Apalagi jika La Furia Roja -sebutan Spanyol- menyambungnya dengan gelar keempat di Piala Dunia (PD) 2014 di Brazil.
“Spanyol masih ingin terus melanjutkan kemenangan. Kami masih lapar gelar,” kata bek kanan Spanyol Alvaro Arbeloa kepada Marca.
Entrenador Spanyol Vicente del Bosque mengatakan bahwa timnya harus segera mengalihkan perhatian ke PD 2014 begitu Euro 2012 berakhir. “Kami akan mencoba lolos terlebih dulu (ke PD 2014). Kami juga hanya memiliki dua bulan untuk mempersiapkan diri,” ungkapnya seperti dilansir AS.
“Tentu saja, tantangan ke depan semakin berat. Apalagi dengan status yang telah kami capai sekarang,” sambungnya.
Spanyol bakal memulai kualifikasi PD 2014 dengan melawat ke Georgia (11/9). Yang menarik, Iker Casillas cs akan kembali bersaing dengan Prancis untuk memperebutkan juara grup atau tiket lolos otomatis. Di Euro 2012, Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di perempat final dan mengakhiri kutukan tidak pernah menang atas Les Bleus ” sebutan Prancis ” dalam pertemuan sebelumnya di turnamen besar.
Dengan skuad yang dianggap sebagai generasi emas, bahkan generasi terbaik dalam sejarah, Spanyol memang masih bisa melanjutkan hegemoni mereka di Brazil. Kecuali Casillas, Victor Valdes, Xavi Hernandez, dan Xabi Alonso, 19 pemain lainnya dalam skuad La Furia Roja masih di bawah kepala tiga.
“Kita tengah membicarakan sebuah generasi hebat. Sekumpulan pemain yang memiliki dasar kuat. Mereka tahu bagaimana caranya bermain bersama karena mereka berasal dari negara yang mengajari mereka cara bermain yang benar,” tutur Del Bosque.
Del Bosque pun beruntung karena mewarisi skuad yang sudah terbentuk saat menggantikan posisi Luis Aragones seusai Euro 2008. “Dia (Aragones) sudah membuka jalan dan sekarang kami hanya tinggal meneruskannya,” jelas pelatih 61 tahun tersebut.
Del Bosque lalu memuji beberapa pemain yang matang di Euro 2012 karena berkarir di luar Spanyol. Sebut saja David Silva (Manchester City) dan Juan Mata (Chelsea). Di Euro 2008, Fernando Torres yang kala itu masih membela Liverpool dan Cesc Fabregas di Arsenal adalah contoh sukses.
“Beberapa tahun lalu, kami hampir tidak pernah memiliki pemain di luar negeri. Kini banyak klub asing yang menginginkan pemain dari negeri kami. Jadi, ini memang sebuah era hebat dalam sejarah sepak bola Spanyol,” jelasnya.
Yang juga patut dicermati, Spanyol tidak pernah melupakan regenerasi setelah meraih sukses. Di Euro 2012, bintang baru yang muncul adalah bek kiri Jordi Alba. Pemain 23 tahun itu baru lima kali membela timnas sebelum turnamen dan golnya ke gawang Italia di final merupakan koleksi pertamanya.
Dua tahun lagi di Brazil, jangan heran apabila beberapa pemain seperti Iker Muniain (19 tahun), Isco (20 tahun), Thiago Alcantara dan Isaac Cuenca (21 tahun), serta Adrian Lopez (24 tahun) bakal menyusul jejak Alba. Optimisme pun datang dari Fabregas.
“Spanyol memang memiliki masa depan cerah. Tapi, itu bergantung pada diri kami dalam memelihara motivasi akan haus kesuksesan karena setiap tahun tim-tim lain juga makin termotivasi mengalahkan kami,” tutur pemilik nomor punggung 10 di skuad Spanyol tersebut kepada Sky Sports. (jpnn)