Spanduk Sudutkan Kanedi-Dani Bertebaran di Kota Bengkulu

BENGKULU, BE – Pilwakot putaran II yang semakin dekat membuat suhu politik semakin panas. Segala daya upaya hingga black campaign (kampanye hitam) dilakukan untuk mendulang kemenangan pada 22 Desember mendatang. Seperti yang terjadi saat ini sejumlah spanduk menyudutkan dan menyerang pasangan kandidat H Ahmad Kanedi-H Dani Hamdani MPd bertebaran di setiap sudut Kota Bengkulu.

Spanduk-spanduk ini bernada provokasi dan menjelek-jelekkan pasangan calon nomor urut 7. Diantaranya berisi tulisan “Pilih Yang Lama Semakin Buruk, Pilih Yang Baru” dan “Pilih Yang Lama Semakin Buruk, Pilih Yang Baru, Kami Ingin Perubahan”. Langkah ini dinilai telah mengabaikan etika politik dan kesantunan.

“Berdasarkan hasil temuan saya di lapangan, spanduk tersebut sangat banyak dan menyebar hampir di setiap jalan dan lingkungan,” kata sekretaris tim pemenangan Kanedi-Dani, Miftahul Jazim, kemarin.

Mendapati gaya penyampaian politik yang tidak santun tersebut, Miftahul mengimbau kepada masyarakat Kota Bengkulu untuk tidak terpancing terkait isi spanduk yang disebarkan oleh orang-orang mengkhawatirkan Bang Ken – Ustad Dani akan memenangi Pilwakot mendatang.
“Jangan terpancing, karena itu merupakan ulah orang yang tidak menginginkan pembangunan di kota ini dilanjutkan menjadi yang lebih baik menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” imbaunya.

Selain itu, ia juga mengajak agar semua lapisan masyarakat untuk berpolitik dengan cara-cara yang beradab, penuh kesopanan dan tata krama serta berpolitik dengan jantan. Menurutnya, lebih baik menjualkan visi misi dan program kandidat yang didukung. Daripada membuat dan menyebarkan spanduk yang berisi black campaign atau kampanye hitam tersebut.

“Masyarakat Bengkulu sudah cerdas dalam memilih, mana program yang baik dan tidak tidak masuk, sehingga tidak perlu lagi menggunakan cara-cara yang tidak bertanggungjawab seperti itu,” ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ, Miftahul juga meminta tindakan nyata dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bengkulu untuk membongkar spanduk yang berisi provokasi seperti itu.

“Saya pikir sudah saatnya Panwas mengambil langkah cepat menggusur semua spanduk black campaign itu dan menelusuri pelaku penyebarannya. Jika dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan akan semakin parah hingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat kota ini,” pintanya.

Di bagian lain, pengamatan politik Unib, Dr Panji Suminar MA mengatakan dengan adanya tindakan seperti itu akan menguntungkan pasangan Bang Ken-Dani. Karena masyarakat sudah tahu siapa yang membuat dan menyebarkan spanduk tersebut.

“Menurut saya tim pemenanangan Bang Ken-Dani tidak perlu membalas atau melakukan hal serupa. Karena dengan adanya spanduk itu menjadikan masyarakat tidak simpatik lagi kepada kandidat yang diduga menyebarnya dan itu akan menguntungkan pasangan nomor 7,” sampainya.

Ia mengatakan saat ini sudah tidak perlu lagi menggunakan hal-hal seperti itu. Masyarakat sudah cerdas dalam memilih sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh selembar spanduk yang berisi ajakan memilih kandidat tertentu.

“Lebih baik menyampaikan visi dan misi dengan cara yang baik dan santun. Dan itu lebih berkesan untuk mendapat ruang di hati masyarakat dibanding dengan menggunakan cara yang tidak sehat,” sarannya.(400/krn)