Sosialisasi Skala Besar AKM SD dan SMP

Dok/BE
Uji coba Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional yang sudah pernah dilakukan.

BENGKULU, BE – Hari ini, Kamis (5/11), digelar sosialisasi skala besar Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional. Ujicoba AKM bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sarana dan prasarana di Puspendik. Sosiasialisasi skala Besar AKM diperuntukkan untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditunjuk Dinas Pendidikan dari kabupaten/kota.

Koordinator Helpdesk Proktor AKM Provinsi Bengkulu Jefrinaldi menuturkan kepada BE Rabu (10/11), “Ujicoba skala besar ini akan diikuti seluruh daerah se-Indonesia, diperkirakan diikuti 11 ribu peserta. Untuk Bengkulu sosialisasi sekaligus ujicoba AKM tingkat SD dan SMK diikuti masing-masing daerah kota/kabupaten.”

Setiap daerah diwakili 40 SMP dan 40 SD dengan peserta dari unsur proktor dan guru di sekolah yangbersangkutan. Setiap kabupaten/kota mengirimkan 80 sekolah, rincianya 40 SD dan 40 SMP, dengan penanggungjawab tiap kabupaten/kota ada di Disdik, dengan jumlah peserta masing-masing 2 proktor dan 2 guru.

Dikatakan Jefrinaldi, uji coba AKM kali ini bertujuan untuk pengenalan aplikasi dan bentuk soal.

“Itulah kenapa belum melibatkan siswa,”imbuhnya.

Tujuannya untuk infrastruktur di pusmanjer dan pengenalan bentuk soal ke proktor dan guru. Setelah kegiatan ini barulah nanti melibatkan siswa, setiap sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan AKM ditahun depan. Ini juga persiapan untuk proses AKM tahun 2021. Pelaksanaan AKM tingkat SMA, SMK, SMP rencanya akan digelar pada bulan Maret, sedangkan tingkat SD digelar pada Agustus.

Koordinator AKM yang juga kasi SMP Disdik Kota Bengkulu, Huteman Mulyadi MSi menuturkan, sosialisasi Skala Besar AKM akan digelar secara online, peserta proktor dan guru mengikuti Asasmen Kompetensi Mandiri melalui sistem Ujian Berbasis Komputer Daring. Ujicoba ini untuk mengenalkan soal AKM sekaligus uji coba aplikasi agar lebih dikenal pada pelajar.

“Moda aplikasi yang digunakan tetap Cumpter Basis Test, pada uji coba ini untuk mengatahui sejauh mana kemampuan para siswa dalam menjawab dan menelaah soal berupa numerik, literasi,” katanya.

Terkait sarana dan prasarana Huteman menegaskan, sekolah yang namanya telah didaftar pada umumnya menyatakan kesanggupannya. Khususnya di tingkat SMP telah memiliki pengalaman mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*