Sorot Pembangunan Jalan di Kawasan Perkebunan

ASRI/BE
SIDAK : Komisi III DPRD BS melakukan sidak ke lokasi proyek pembangunan jalan hotmix di Dusun Selipi, Pino Raya, Rabu (22/1).

PINO RAYA, bengkuluekspress.com – Adanya informasi masyarakat terkait adanya pembangunan jalan yang diduga tidak sesuai skala prioritas. Langsung disikapi Komisi III DPRD BS. Mereka langsung melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi proyek tersebut, yakni di Dusun Selipi, Desa Padang Serasan,Pino Raya. Hasilnya dewan menyoroti pembangunan jalan itu dinilai hanya bermanfaat bagi sedikit masyarakat, karena jalan itu berada di kawasan perkebunan.

“Hasil pantauan kami di lapangan, sepertinya proyek yang menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) Dinas PUPR BS tahun anggaran 2019, sebesar Rp 5,5 miliar ini kurang bermanfaat,” kata Ketua Komisi III DPRD BS Holman SE usai sidak ke lokasi proyek tersebut, Rabu (22/1).

Menurut Holman, dari hasil pantauannya, pembangunan jalan tersebut sepertinya kurang sesuai skala prioritas dan asas manfaatnya kurang untuk mendukung aktivitas masyarakat. Sebab, jalan tersebut jalan buntu. Hanya akses ke perkebunan yang dinikmati beberapa masyarakat yang memiliki kebun sawit di daerah tersebut saja.

Ditambah lagi, sambung Holman, jalan tersebut sudah cukup bagus dengan kondisi sudah dilapen. Masih sangat layak digunakan sebagai jalan perkebunan. Hal itu tidak menghambat kendaraan mengangkut hasil panen sawit. “Padahal di daerah lain banyak jalan yang kondisinya memprihatinkan dan manfaatnya lebih banyak untuk masyarakat, namun tidak dibangun,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya menilai pelaksanaan proyek tersebut merupakan bukti jika perencanaan pembangunan oleh Pemda BS dalam hal ini Dinas PUPR tidak matang. Padahal selama ini selalu mengatakan mendahulukan program pembangunan yang paling prioritas bagi masyarakat. Namun ternyata di lapangan masih membangun yang tidak prioritas.

“Dana sebesar itu bisa untuk memperbaiki berapa jembatan gantung yang rusak, namun ternyata hanya untuk jalan hotmix sepanjang 1,5 km, sedangkan yang menikmatinya hanya beberapa orang saja,” sesal Holman.

Dengan adanya temuan tersebut, Holman mengaku, menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya terkait perencanaan pembangunan di BS. Sehingga ke depan tidak terulang lagi. Dengan begitu, kegiatan yang dilaksanakan benar-benar kegiatan yang menjadi prioritas. “Temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, agar ke depan anggaran pembangunan di BS benar-benar tepat sasaran,” demikian Holman. (369)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*