Sopir Siapkan Demo Walikota

SELEBAR, BE – Rencananya, besok (25/1) sopir angkutan kota (Angkot) warna putih akan menggelar rapat koordinasi terkait adanya rencana melakukan demonstrasi ke kantor walikota Bengkulu. Demo tersebut untuk menuntut janji Walikota Bengkulu, H Ahmad Kanedi SH MH yang tidak direalisasikan. Pada bulan bulan November 2011 lalu walikota menjanjikan akan menertibkan travel plat hitam yang beroperasi di Terminal Betungan menjadi plat kuning. Namun hingga saat ini janji tersebut belum juga direalisakan. Hal ini disampaikan seorang sopir Angkot putih, Agusalim (40). Dia mengatakan, ketika pihaknya menggelar demo ke kantor walikota bulan November lalu, walikota menjanjikan menertibkan travel plat hitam. Namun hingga akhir Januari 2012 ini belum juga ditepati. Pihaknya telah berupaya menemui walikota menagih janji tersebut. Namun walikota tidak berhasil ditemui karena alasan rapat dan tidak berada di tempat. “Kami sudah beberapa kali mendatangi kantor walikota untuk menagih janji tersebut, tapi kami harus pulang dengan kecewa, karena walikota sedang dinas luar dan rapat,” ujar Agusalim.

Agusalim mengungkapkan, pihaknya telah cukup sabar menanti janji walikota, namun walikota juga tidak memperlihatkan niat baiknya. Dia menjelaskan, rapat tersebut akan membahas kapan waktu menggelar aksi dan berapa jumlah anggotanya. “Dalam rapat besok kami akan menentukan jadwal demo, jam berapa dan hari apa, setelah itu kami akan mengirimkan surat ke Polres untuk pengamanan,” ungkap Agusalim. Di sisi lain, ia mengungkapkan semua sopir Angkot putih sangat dirugikan sejak adanya mobil travel plat hitam yang bebas masuk mengambil penumpang dimana pun. “Pendapatan kami menurun drastis, akibat adanya travel plat hitam, karena plat hitam tidak mengenal trayek dan tidak dikenakan aturan lalu lintas sebagaimana angkutan umum,” bebernya. Dia menjelaskan, beberapa kerugian yang diakibatkan travel plat hitam, yakni tidak ada asuransi penumpang jika terjadi kecelakaan, tidak mengenal jalur atau trayek sehingga travel bebas beroperasi dan tidak membayar retribusi terminal. “Selama ini travel plat hitam bebas keluar masuk terminal mencari dan mengantarkan penumpang tersebut ke alamatnya, sehingga jasa Angkot tidak lagi diminati penumpang. Jika masalah itu dibiarkan berlarut-larut, maka bisa menimbulkan konflik antara sopir Angkot putih dengan mobil travel,” terangnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Agen Angkot putih, Rustam (50). Dia mengatakan, akan menghadirkan beberapa perwakilan sopir Angkot putih dalam rapat tersebut. ”Rapat ini perwakilannya saja, sedangkan yang lainnya dibolehkan mencari penumpang,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Walikota Bengkulu yang dinilai tidak peduli dengan sopir Angkot. “Kami sangat kecewa, karena walikota hanya mengumbar-ngumbar janji dan tidak memikirkan nasib kami,” bebernya. Dia juga mengaku tidak menutup kemungkinan akan terjadi kericuhan antara sopir Angkot dengan travel plat hitam, jika pemerintah menutup mata untuk menyelesaikan masalah tersebut. (cw1)