Solar Kosong, Warga Kalang Kabut

KETAHUN,BE– Kelangkaan BBM Solar terjadi merata hingga ke daerah. Sejak Jumat (23/11) kemarin,  distribusi BBM Solar pada SPBU 24.383.27 di Ketahun tidak mendapatkan pasokan dari Pertamina selama tiga hari. Akibatnya konsumen pemakai Solar kalang kabut dan kebingungan untuk mendapatkan bahan bakar yang sangat dibutuhkan itu.

“Terakhir solar masuk di SPBU Jum’at kemarin, sampai hari belum ada lagi distribusi solar masuk ke SPBU,” ungkap pemilik SPBU 24.383.27, melalui Kepala Pengawas Yamsi, kemarin (26/11).
SPBU  yang berlokasi di D1 Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun statusnya adalah SPBU Solar bersubsidi yang secara rutin biasanya mendapat jatah distribusi dari Pertamina Bengkulu. Normalnya 2 hari sekali, Pertamina memasok 8 ton Solar di SPBU itu. Namun sejak perkembangan kelangkaan solar yang terjadi, rupanya ikut kena imbas dari perkembangan yag terjadi di Kota Bengkulu.

Dari pihak Pertamina dalam hal ini, belum ada pemberitahuan secara resmi tentang terhentinya distribusi BBM Solar non subsidi ke SPBU. “Belum ada pemberitahuan resmi, kami berharap pasokan solar kembali normal agar tidak mengakibatkan keresahan masyarakat,” jelasnya.
Ironisnya, keadaan sangat berbeda dengan pelaku usaha yang menggunakan Solar non subsidi. Jika  Sementara masyarakat umum bingung mendapatkan solar bersubsidi, pantauan di lapangan pemilik armada untuk kegiatan seperti angkutan pertambangan masih lancer-lancar saja beroperasi. Padahal, jelas-jelas kendaraan yang digunakan adalah dijalankan dengan Solar.

Seperti yang diungkapkan oleh sopir truk yang mengangkut karet petani, “Untuk dapat BBM kami terpaksa menginap di SPBU. Namun anehnya angkutan batu bara seperti tidak mengalami persoalan dengan kondisi itu,” ujar Paiman, salah seorang pengemudi truk.(919)