Soal UN Sulit, Ada 10 Macam

BENGKULU, BE – Ditahun ini, siswa kelas akhir SMP/Mts, SMA/MA dan SMK yang ingin menamatkan sekolahnya harus berjuang keras. Pasalnya soal Ujian Nasional (UN) tahun ini dipastikan jauh lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Hal ini sudah menjadi rencana Pemerintah. Jumlah soal yang sulit itu sebanyak 10 hingga 20 macam soal.

Cara ini dilakukan untuk memperkecil kecurangan soal dengan menambah keragaman jenis soal.

“Kemungkinan soal UN semakin sulit dan akan dibuat 10 bahkan 20 macam soal yang berbeda berlakud di UN tahun pelajaran 2012/2013 ini,” ungkap Fungsional Kehumasan Dispendik Provinsi Bengkulu, Drs Budiyanta.
Lokakarya dan evaluasi panitia UN se-Indonesia dengan BSNP dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional sudah mewacanakan hal tersebut.

Hanya saja, wacana ini belum tertuang dalam laporan tertulis, seperti dalam bentuk Peraturan Mentri ataupun Prosedur Operasional Standar (POS) UN ditahun depan. Dengan rencana komposisi soal UN 10% kategori soal sulit dan 60% kategori sedang dan 30 % kategori mudah.

Tekait rencana ini, Budi menganjurkan sekolah dan siswa tak perlu resah. Karena sistem penyelenggara UN bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kualitas yang dihasilkan. Sehingga hasil ujian ini dapat digunakan oleh siswa sebagai tiket melanjutkan keperguruan tinggi.

“Yang terpenting saat ini pihak sekolah harus berupaya menumbuhkan rasa percaya diri pad siswa,” imbaunya.
Disamping itu, Budi juga menyarankan seluruh siswa calon peserta UN mempersiapkan dirinya dengan maksimal.

Tentunya dengan menambah kepercayaan dengan percaya diri yang tinggi. Karena hasil yang akan diperoleh dengan rasa percaya diri akan lebih baik.
Disisi lain Budi meminta kepala sekolah se-Provinsi Bengkulu segera mendata jumlah siswa peserta UN disekolahnya. Data calon ini sangat penting sebagai data awal dari penyelenggaraan UN.

Karena data awal ini akan digunakan sebagai dasar operator UN dikabupaten/Kota dalam memvalidasi data UN.

“Paling penting, sekolah sudah harus mengantongi ijazah terakhir masing-masing siswa, khususnya calon siswa di SMP/Mts, SMA/MA dan SMK,” jelasnya.

Apabila tak memiliki ijazah ini maka siswa tersebut terancam tak bisa mengikuti ujian. Karena tak memiliki data lengkap. (128)