Soal Tornas, Puluhan Kades Datangi DPRD

MUKOMUKO, BE –  Ancaman puluhan Kepala Desa (Kades) yang akan mengembalikan motor dinas (Tornas) Honda Win pengadaan tahun 2005 lalu benar-benar dilakukan. Senin siang kemarin (26/11) sekitar pukul 13.00 WIB dari 85 Desa yang menuntut motnas baru , 27 orang Kades mendatangi gedung DPRD. Para Kades ingin menyampaikan secara langsung kepada para wakil rakyat untuk melihat langsung kondisi Tornas yang digunakan tidak layak pakai. Selain itu Kades ingin  mengetahui ada tidaknya alokasi anggaran untuk pengadaan Tornas Kades yang baru.

Kedatangan para Kades itu langsung disambut Ketua DPRD Drs Arnadi Pelam, Waka II I Wayan Adnyana, Ketua Komisi I M Ali Syaftaini SE dan anggota Haidir dan Adrizon N. “Kami ingin mengetahui secara pasti , kenapa legislatif tidak menyetujui pembelian motor kades yang baru,” tegas Kades Dusun Baru Pelokan Ewit Chacha ST didampingi puluhan kades lainnya.
Dalam pertemuan itu, DPRD mengaku tidak pernah melakukan pencoretan anggaran untuk pembelian Tornas Kades.

Kondisi sebenarnya, DPRD belum menerima usulan itu dari pihak eksekutif. Dewan mengakui, kondisi Tornas Kades yang dibeli tahun 2005 memang sudah tidak layak dan wajar untuk diganti kendaraan yang baru. Legislatif dalam hal ini Komisi I membantah tidak melakukan pencoretan anggaran untuk pembelian Tornas.”RAPBD tahun 2013 memang ada usulan untuk pembelian kendaraan dinas sebesar Rp 2 miliar lebih. Hanya saja pada draf yang disampaikan eksekutif tidak mencantumkan mengenai pembelian Tornas,” beber Ketua Komisi I DPRD Mukomuko M Ali Syaftaini SE.

Mendapatkan penjelasan dewan, puluhan Kades itupun langsung mendatangi kantor Bupati Mukomuko. Para kades langsung menemui Kepala Bagian Umum Setdakab Mukomuko, Jaskani SPd.  Alhasil, para kades itu mendapatkan titik terang, bahwa pemerintah daerah akan menganggarkan dan menggusulkan pembelian Tornas dan diajukan ke dewan. Mendapatkan penjelasan itu, motor dinas yang dikembalikan akhirnya dibawa pulang oleh para Kades.”Karena sudah ada kepastian dari Pemda, motor kami bawa pulang dan menunggu realisasi motor dinas baru,” tukas Ewit.(900)