Soal Tabat, Kades dan Camat Dikumpulkan

MUKOMUKO, BE – Persoalan tapal batas (tabat) antar desa dan kecamatan di Kabupaten Mukomuko  masih banyak yang belum terselesaikan dan kadang terjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Kemarin pagi, ratusan kades dan camat se-Kabupaten Mukomuko dikumpulkan. Tujuannya untuk memberikan pelatihan tata cara pelacakan tabal batas antar desa.

Wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda SH mengatakan, penetapan tapal batas sangat penting, selain tertib administrasi juga menghindari hal-hal yang tak diinginkan, serta kenyamanan dan keamanan masyarakat terjamin saat melaksanakan aktifitasnya di lahan yang ada di wilayah perbatasan. “Jika tapal batas tidak jelas , tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal –hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Wabup juga meminta tim penyelesaian tapal batas supaya segera melaksanakan pematokan tapal batas di seluruh desa se-Kabupaten Mukomuko.

Sementara itu Kabag Administrasi Pemerintahan Pemkab Mukomuko, Edi Kasman SH menyampaikan, pelatihan tersebut  memberikan pengetahuan  lebih jelas mengenai tata cara mencari batas baik melalui peta desa, peta rupa bumi, maupun topografi dan yang lainnya.
Setelah pelatihan diberikan, selanjutnya para kades disarankan melakukan pertemuan antar kades yang berbatasan. Supaya desa yang berbatasan itu melakukan pembahasan dan penyelesain tapal batas di lapangan.

Kemudian hasil dari pembahasan di tingkat desa tersebut  disampaikan ke Pemkab Mukomuko untuk dipelajari oleh tim, sebelum tim penyelesaian tapal batas melakukan pematokan. “Sebelum tim melakukan pematokan di lapangan, kita serahkan terlebih dahulu kepada para kades dan perangkat desanya masing-masing. Sehingga saat pematokan batas tidak ada persoalan-persoalan baru yang timbul menegenai pematokan tapal batas tersebut,” ungkapnya. (900)