Soal RSUD, Plt Gub Tunggu Inspektorat

BENGKULU, BE – Kondisi RSUD M Yunus semakin hari semakin kritis. Namun Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah, belum mengambil tindakan. Dikonfirmasi usai mengikuti upacara HUT Agraria atau Hari Pertanahan Nasional ke-52 di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Junaidi mengaku sedang menunggu hasil investigasi dan audit Inspektorat terkait manajemen dan pengelolaan keuangan rumah sakit M Yunus. “Saya menunggu hasil audit inspektorat ya, nanti arahnya (kebijakan) kemana,” paparnya.

Seperti diketahui, RSUD M Yunus saat ini didera utang hingga miliaran rupiah. Meski, keberadaan utang tersebut menjadi tanda tanya besar, karena setiap pasien yang menggunakan obat selalu dibayar dengan uang tunai. Sehingga menimbulkan dugaan adanya kebocoran anggaran. RSUD M Yunus menanggung utang hemodialisa atau pelayanan cuci darah Rp 1,2 miliar, utang pengadaan gas oksigen ruang operasi kepada CV Purna Karya senilai Rp 1,23 miliar.

Akibat terlilit utang, berdampak pada ketersediaan obat dan alat kesehatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien. Desakan untuk melakukan perbaikan manajemen rumah sakit itu kembali menguat, agar rumah sakit itu tutup. “Butuh ketegasan seorang Plt Gubernur untuk merombak. Dipertanyakan, Plt gubernur (Junaidi Hamsyah) masih santai melihat rumah sakit kritis, tentunya masyarakat yang dirugikan,” ujarnya Direktur LSM Merah Putih Yamin Ginting, kemarin.

Direktur Bengkulu Developmen Wacht (BDW) Dian Syahputra menilai pejabat Pemprov tidak serius melakukan pembenahan rumah sakit. Dalam kondidisi kritis, seharusnya perlu ada tindakan tegas untuk melakukan perbaikan.
“Ini sangat fatal, sebab rumah sakit ini mengakut pelayanan publik. Bila tidak segera dibenahi, rakyat akan kecewa dengan kepemimpinan Plt Gubernur, karena dinilai tidak bisa memberikan pelayanan publik yang prima,” katanya.
Direktur RSUD M Yunus dr Yusdi Yahrias Tazar mengatakan dirinya saat ini sedang melakukan pembenahan rumah sakit tersebut. Isu-isu raibnya keungan rumah sakit tersebut dibantah oleh Zusdi. “Tidak benar raib, itu intinya mas. jangan buat berita itu termakan isu. Kami ini sedang beruapaya memeperbaiki rumah sakit. Lihat RSCM saja, itu 20 tahun baru bisa se-eksis sekarang. Jadi butuh waktu dan tidak bisa bim salabim,” terang Yusdi. (100)