Soal Masyarakat Enggano Ingin Pisah dari BU, Gubernur : Akan Dikaji Mendalam

Foto/ Hendrik/ Perwakilan masyarakat Pulau Enggano datangi kantor Gubernur Bengkulu, Senin (10/2) untuk meminta lepas dari Kabupaten Bengkulu Utara.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah menegaskan permintaan masyarakat Pulau Enggano yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten Bengkulu Utara dan bergabung dengan Kota Bengkulu, dipastikan bakal disikapi. Menurutnya, permintaan itu merupakan bentuk dari aspirasi masyarakat yang tentunya akan ditindaklanjuti.

“Permintaan atau aspirasi itu perlu kita kaji terlebih dahulu, dan dibicarakan bersama-sama. Terlebih persoalan Enggano ini merupakan persoalan lama, dan Pulau Enggano yang merupakan salah satu pulau terluar, dan kondisinya dimana-mana menghadapi persoalan yang sama,” ungkap Rohidin, Selasa (11/2).

Dimana, lanjut mantan wakil Bupati BS itu, persoalan transportasi menjadi kendala atau permasalahan. Untuk itulah, sekali lagi harus dibicarakan dan dikaji secara mendalam.

“Kalau persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM), sepengetahuannya sudah berangkat mudah-mudahan dua tiga hari kedepan bisa sampai dan memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat Enggano,” kata Rohidin.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, H. Yurman Hamedi, S.Sos menyampaikan, yang terpenting saat ini bagaimana mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat Enggano.

“Ingin pisah dari Kabupaten Bengkulu Utara itu, bukanlah sebuah jawaban yang tepat sebagai solusi,” ujar Yurman.

Dalam artian, sambung ketua DPW Perindo Bengkulu itu, apakah setelah pisah dan bergabung dengan Kabupaten Kaur atau Kota Bengkulu, ada jaminan bagi masyarakat Enggano mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan.

“Jadi lebih baik mencari penyelesaian, sehingga nantinya masyarakat Enggano mendapatkan pelayanan seperti yang dirasakan masyarakat di daratan,” pungkasnya.

Ditambahkan Anggota Komisi lll DPRD Provinsi Bengkulu itu, pihaknya selaku legislatif sudah pernah menyampaikan kondisi masyarakat di Pulau Enggano pada sejumlah Kementerian di pusat. Karena minimnya perhatian yang dialami masyarakat Enggano itu dari berbagai sektor.

“Koordinasi yang kita lakukan, kemungkinan dalam tahun ini diberikan bantuan ambulan laut untuk masyarakat Enggano,” tutupnya. (HBN)