Soal Kirim Atlet ke PON Papua, Anggota Dewan Beda Pendapat

FOTO DOK/BE – Tim bola voli putri Provinsi Bengkulu (kostum merah) berhasil mengalahkan tim Provinsi Riau dengan kemenangan 3 set langsung dalam laga perdana bola voli Porwil X Sumatera di GOR Semarak Sawah Lebar Bengkulu, 4 November 2019 lalu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Terkait rencana pengiriman atlet Bengkulu di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Tahun 2020, ternyata ada perbedaaan pendapat antar anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Jika sebelumnya  anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Ir H. Muharamin, menyarankan supaya atlet yang diberangkatkan  ke Papua cukup yang berprestasi saja, karena melihat kondisi kondisi keuangan daerah  yang kurang memadai, lain halnya dengan pendapat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, M.Ap.

Read More at: Keuangan Daerah Kritis, Dewan Sarankan Berangkatkan Atlet PON Berpotensi Juara | Terkini! Berita Utama https://bengkuluekspress.com/keuangan-daerah-kritis-dewan-sarankan-berangkatkan-atlet-pon-berpotensi-juara/

Dempo menyarankan atlet yang dikirim ke Papuan tidak harus yang sudah memiliki prestasi, tetapi juga yang mempunyai potensi untuk dikaderisasi untuk atlet masa depan.

“Mengirimkan atlet yang sudah berprestasi itu betul, tetapi jangan banyak. Untuk apa kita kirim atlet banyak, kalau hasilnya tidak ada. Kita harus mengirimkan juga atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sehingga, kedepannya menjadi aset daerah dalam bidang olahraga,” ujar Dempo, Jumat (24/1).

“Sedangkan untuk atlet yang dikirim ini harus ada indikatornya. Idealnya atlet yang dikirim itu yang punya kemampuan dan punya peluang menang. Artinya, daerah diuntungkan dengan nilai prestasi. Indikator sebuah pertandingan itukan juara, kalau bukan juara bukan prestasi,” tambah Dempo.

Mantan aktivis mahasiswa itu menambahkan, pihaknya berharap tak hanya mengejar prestasi saat ini tetapi juga mengkader atlet-atlet yang dibawa. Dicontohkannya, atlet yang dikirim ke PON ada juga yang belum mendapat prestasi.

“Misalnya yang dikirim itu 5 atlet nah 3 diantaranya yang sudah pernah meraih prestasi. Sedangkan 2 atlet lagi itu yang masuk 5 besar, keberangkatan mereka untuk pengkaderan. Sehingga mengenal panggung serta ke depan dipersiapkan. Soal anggaran, kita sudah suport anggaran cukup lumanyan dari APBD,” paparnya.

Dempo berharap, pemerintah bisa lebih kreatif untuk menunjang anggaran bagi atlet. Jangan bisanya hanya mengandal APBD saja.

“Kalau mengandalkan APBD saja, itu tidak kreatif dong. Maka pemerintah melalui Dispora dan KONI punya kreatifitas. Kita kan punya BUMD dan BUMN gunakan CSR mereka untuk membantu atlet ini. Atau mereka mungkin buat orang tua asuh atlet. Sehingga atlet kita dapat lebih berkembang mengasah kemampuan dan pada akhirnya kedepannya bisa meraih prestasi,” pungkas Dempo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman mengatakan, pemerintah tidak ada pembatas untuk pengiriman atlet. Hal itu coba dikoordinasikan ke KONI berkaitan dengan kuota pengiriman itu, berapa atlet yang dikirim sesuai dengan anggaran yang diusulkan oleh KONI.

“Karena sampai saat ini juga, kita belum tahu anggarannya berapa, terus berapa misalnya atlet yang dikirim belum tahu,” tutup Atisar. (HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*