Soal Bankesda, Pemda Harus Cari Solusi

MUKOMUKO, BE – Dihentikannya pelayanan kesehatan bagi pemegang kartu bantuan kesehatan daerah (Bankesda) khusus bagi warga miskin menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sekretaris Komisi III DPRD Mukomuko, Purwanto meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah agar warga tetap dilayani. “Sudah banyak warga yang memegang kartu Bankesda tidak bisa dilayani. Jelas ini menjadi persoalan yang serius,” kata Purwanto.

Terkait persoalan itu, pihak eksekutif bisa menanggulanginya  tanpa harus menelantarkan masyarakat miskin pemegang karta Bankesda. Salah satu langkah yang bisa dilakukan melalui berhutang  dan  di bayar di APBD 2013.”Yang jelas segera tanggulangi untuk kepentingan rakyat,” terangnya.

Saat pembahasan RAPBD tahun 2013 pihaknya menanyakan lebih jauh mengenai anggaran Bankesda bagi warga miskin agar kejadian serupa tidak terulang. Seperti yang terjadi sekarang ini, kartu Bankesda tidak bisa dipergunakan karena anggarannya sudah habis.”Jika kondisinya seperti ini, jelas masyarakat yang dirugikan,” tandasnya.

Sebelumnya Kadinkes Pemkab Mukomuko, Edi Rosdy MKes melalui Sekretaris Sabrin mengungkapkan tahun  ini plot anggaran dana bankesda mencapai angka Rp 1,6 miliar. Plot anggaran itu sudah habis terhitung Oktober lalu. Habisnya  anggaran tersebut terpaksa pelayanan bagi pemegang kartu Bankesda tidak bisa dilayani untuk sementara dan warga yang bersangkutan harus masuk pada pasien umum dan membayar biaya  pengobatan sendiri. (900)