SNMPTN, Perlu Peran Aktif Guru BK

BENGKULU, BE – Registrasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dibuka. Guru Bimbingan Konseling ditingkat SMA/SMK di Provinsi Bengkulu, diminta berperan mendorong, agar siswa/siswi di Bengkulu bisa lebih banyak lagi diterima di berbagai Pergurun Tinggi Negeri (PTN).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu Drs Eri Yulian Hidayat melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Multazam menuturkan kepada BE, “Peran guru BK sangat penting bagi siswa-siswi yang ingin memilih jurusan atau program studi di Perguruan Tinggi Negeri.”

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya jumlah lulusan SMA/SMK di Provinsi Bengkulu, masih rendah diterima di PTN. Hal ini dikarenakan minimnya guru Bimbingan Konseling (BK) di Bengkulu.

“Persentase kegagalan siswa masuk perguruan tinggi juga dikarenakan minimnya guru BK. Ini menjadi tantangan baru bagi guru BK saat ini,” ungkapnya.

Dari data yang dimiliki, tidak semua sekolah memiliki guru BK. Jikapun ada guru BK di sekolah kebanyakan bukan memberikan bimbingan bagi siswa/siswi untuk bisa lolos dengan mudah ke PTN. Kebanyakan guru BK hanya mengurus anak-anak nakal. Padahal sebenarnya tugas guru BK membimbing karir anak-anak, harus memiliki rekam jejak siswa.

”Dengan begitu siswa/siswi Bengkulu, bisa diterima di perguruan tinggi,” katanya.

Seperti diketahui, jumlah guru BK di Provinsi Bengkulu masih minim. Tidak semua sekolah dilengkapi guru BK berstatus Pegawai Negeri Sipil, mayoritas guru BK dari tenaga honorer. Dari data yang ada, jumlah guru BK hanya sebanyak 60 orang. Padahal idealnya satu guru BK maksimal membimbing 150 siswa, namun faktanya di sekolah satu guru membimbing lebih dari 200 siswa. Imbasnya guru BK kurang dapat mengenali kepribadian siswa, bakatnya, kemauannya, didukung pula ada siswa terlalu percaya diri bisa diterima perguruan tinggi lewat jalur undangan SNMPTN. (247)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*