SMKN 3 Rejang Lebong Kembangkan Laboratorium Agribisnis

Ary/BE
Kepala SMKN 3 Rejang Lebong saat menunjukkan laboratorim perikanan yang digunakan pelajar SMKN 3 Rejang Lebong untuk mengembangkan bibit ikan koki

CURUP,bengkuluekspress.com– Dalam upaya meningkatkan kemampuan para siswa sesuai dengan kejuruan yang diambil. Saat ini SMKN 3 Rejang Lebong telah mengembangkan laboratorium agribisnis.
“Saat ini kita tengah melakukan pengembangan laboratorium yaitu untuk jurusan agribisnis perikanan air tawar dan agribisnis ternak unggas,” terang Kepala SMKN Rejang Lebong, Asep Suparman SPi MPd Selasa (27/4).

Dijelaskan Asep untuk laboratorium perikanan yang saat ini mereka kembangkan adalah terkait dengan budidaya ikan air tawar. Dimana untuk tahap awal ini yang mereka kembangkan adalah pembibitan ikan mas koki. Pengembangan bibit mas koki tersebut menurut Asep merupakan tahap awal, dimana kedepannya akan mereka kembangkan dengan pembibitan beberapa jenis ikan lainnya termasuk ikan mas koi.
“Dalam pengembangan bibit ikan koki ini, kita bekerjasama dengan salah satu lulusan SMKN 3 Rejang Lebong yang telah sukses merintis usaha pembibitan ikan yaitu dari Pandu Lele,” papar Asep.

Sementara itu, untuk laboratorium agribisnis ternak unggas, yang mereka lakukan yaitu pengembangan ayam potong semi organik. Pengembangan yang dilakukan yaitu dengan menyediakan ayam pedaging semi organik yaitu pembesarannya tidak menggunakan hormon, obat dan vitamin sintetis namun menggunakan jamu ternak.
“Jamu yang kita berikan untuk ayam pedaging ini adalah ramuan dari berbagai tanaman jamu mulai dari kunyit, jahe, seri, lengkuas dan brotowali,. Kemudian diakhir atau mendekati masa panen pakan yang kita berikan berupa jagung,” papar Asep.

Untuk pengembangan ayam pedaging semi organik ini sendiri, menurutnya mereka telah selesai melakukan ujicoba tahap pertama dan hasilnya menurut Asep sangat memuaskan. Dimana dengan pemberian jamu ternak tersebut daging ayam potong yang dihasilkan tetap empuk, kemudian meskipun ayam yang kembangkan adalah jenis ayam potong namun aroma dagingnya beraroma ayam kampung.
“Keutamaan lainnya adalah usia panennya yang bisa lebih singkat, kemarin 100 ekor ayam yang kita uji coba bisa kita panen dalam usia 28 hari,” papar Asep.

Lebih lanjut Asep mengungkapkan dengan adanya pengembangan laboratorium agribisnis perikanan dan ternak unggas tersebut, Asep berharap nantinya lulusan SMKN 3 Rejang Lebong bisa benar-benar menguasai bidang yang mereka tekuni, karena saat menempuh pendidikan mereka tidak hanya berdasarkan teori saja namun praktek langsung di lapangan.
“Dengan kemampuan yang dimiliki lulusan kita ini, bila mereka tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka bisa membuka usaha sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong ini,” harap Asep.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*