SMKN 1 Selaraskan Kurikulum dan DUDI

sekolah SMKN 1–

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sekolah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus saing bersinergi. Untuk itu, SMKN 1 Kota Bengkulu, melakukan berbagai upaya menyelaraskan kurikulum sekolah dengan industri. Dengan menghadirkan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“SMK itu menunjang DUDI. Kurikulumnya harus link dan match (terhubung dan selaras) dengan industri, maka harus duduk bareng sebelum membelajarkannya pada siswa, ” beber Kasi Kerjasama Industri Penyelarasan Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK, Kemdikbud, Yuliarti.

Lebih lanjut dikatakannya, Kemdikbud khususnya Direktorat Pembinaan SMK, telah melakukan upaya penyelerasan kurikulum tersebut. Hal itu, dipertegas dengan instruksi presiden (Inpres), yang didalamnya disebutkan enam tugas Kemdikbud, diantaranya meningkatkan kurikulum yang sesuai dan link and match dengan sekolah.

Di Indonesia, sekolah yang telah menerapkan kurikulum dan telah link and match dengan dunia usaha dan dunia industri sudah menyebar diratusan sekolah revitalisasi. Pada tahun pertama ada 219 sekolah. Tahun ini meningkat sebanyak 360 sekolah se-Indonesia.

“Di Bengkulu diharapkan dengan adanya SMKN 1 Kota Bengkulu, kurikulum yang link and match dengan industri dapat terwujud. Harapannya bisa menyebar di seluruh sekolah di Bengkulu,” katanya.

Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu Dra Evriza MPd saat dikonfirmasi menuturkan, program penyelerasan kurikulum link and match di sekolah kejuruan sudah lama diterapkan dan program ini kembali diprioritaskan Presiden Joko Widodo.

Di SMKN 1 Kota Bengkulu, Program kejuruan TIK (Teknik Informatika komputer) menjadi unggulan. Penyelerasan dengan menghadirkan dunia usaha dan dunia insutri tersebut apa yang diajarkan sekolah betul-betul yang sesuai dengan dunia kerja.



“Kita undang dunia usaha dan industri untuk menyusun kurikulum,dengan begitu pembelajaran di sekolah sama dengan yang diharapkan di dunia kerja, sehingga begitu lulus sekolah langsung bisa diterima didunia kerja,” harapnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bengkulu, Trisna Anggraini SIP MM saat dikonfirmasi menuturkan, sangat mengapresiasi adanya penyelerasan kurikulum ini. Menurutnya, DUDI sebenarnya siap menerima para lulusan dari sekolah kejuruan. “Inilah upaya untuk membantu pemerintah Bengkulu dalam mengentaskan pengangguran,” katanya.

Hanya saja, yang menjadi pertanyaan keluaran dari sekolah kejuruan itu sudah siap ke dunia kerja atau belum. Sekolah diharapkan mampu menguatkan anak didik melalui atitudenya diusianya yang masih remaja. Dunia usaha selalu bersyukur dengan upaya pemerintah, dengan begitu dunia usaha tidak mendapatkan tenaga kerja yang mentah.

“Kuatkan dulu anak didik kita, atitudenya diperkuat dan siap menjalankan pekerjaan dalam tekanan usaha. Jika semuanya sudah bagus, maka DUDI sudah menunggu,” tandasnya. (247)