SMK Maritim BU Akan Diresmikan Presiden

TAPAL BATAS: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menerima audiensi Bupati Bengkulu Utara, Mian bersama rombongan untuk membahas sengketa tapal batas Kabupaten Bengkulu Utara dengan Kabupaten Lebong, Senin (15/1).
TAPAL BATAS: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menerima audiensi Bupati Bengkulu Utara, Mian bersama rombongan untuk membahas sengketa tapal batas Kabupaten Bengkulu Utara dengan Kabupaten Lebong, Senin (15/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jadwal Presiden Indonesia Joko Widodo datang ke Provinsi Bengkulu pada bulan Januari dibatalkan. Protokol Kepresidenan menjadwalkan ulang Presiden ke Bengkulu, yakni pada awal bulan April 2018. Batalnya presiden ke Bengkulu pada awal tahun ini lantaran masih banyak yang perlu dipersiapkan oleh Pemprov Bengkulu untuk menerima kunjungan kerja presiden tersebut. Salah satunya terkait persiapan peresmian kawasan ekonomi khusus (KEK), pemberiaan sertifikat kepada 800 kepala keluarga (KK) di kampung sejahteraan Pulau Baai Bengkulu dan percepatan pembangan jalan tol serta rel kereta api. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, SMK Maritim dan SMK Kelautan di Kabupaten Bengkulu Utara juga akan diresmikan oleh presiden.

“Dijadwalkan itu bulan April atau awal Mei, jadi sedang kita matangkan sekarang,” ujar Rohidin kepada Bengkulu Ekspress usai menggelar pertemuan dengan Bupati Bengkulu Utara Ir Mian di ruang kerjanya, kemarin (15/1).

Dikatakannya, Presiden yang dijadwalkan akan ke Kabupaten Bengkulu Utara itu, juga akan meresmikan Rumah Sakit Pratama, Pasar Lagita, icon pintu gerbang Arga Makmur serta kejelasan status jalan provinsi di Batik Nau yang telah diserahkan menjadi jalan nasional. Koordinasi antara kabupaten ke provinsi, menurut Rohidin, menjadi langkah baik agar presiden benar-benar bersedia untuk berkunjung ke Kabupaten Bengkulu Utara.

“Kita koordinasikan terus untuk kedatangan presiden,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, dalam kunjungan Bupati Bengkulu Utara Mian bersama rombongan juga membahas terkait pembangunan jalan menuju Lebong Tandai yang sudah terisolir berpuluh-puluh tahun. Sebab, pemprov juga telah menganggarkan pembangnan jalan itu melalui Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Korem 041/Gamas Bengkulu. Sehingga tahun ini, pembangunan jalan tersebut sudah bisa dilaksanakan.

“Kita sudah alokasikan anggarannya, jadi bisa dibangun tahun ini,” tegas Rohidin.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara Mian mengatakan, pihaknya siap menyambut kehadiran presiden ke Kabupaten BU. Kesiapan itu, menurutnya dengan telah siapnya lokasi lahan yang akan dibangun SMK Maritim dan Kelautan, lalu pembangunan pasar moderen dan rumah sakit daerah.

“Kita siap menyambut presiden, karena Bengkulu Utara memang pas menjadi titik kunjungan presiden,” ujar Mian.

Dalam persiapannya, semua harus dikoordinasikan kepada provinsi sebagai pemerintah pusat yang ada di daerah. Sehingga kepastian kedatang presiden itu bisa benar-benar dimatangkan.

“Sekecil apapun, kita koordinasikan. Jadi ketika presiden datang sudah benar-benar siap,” pungkasnya. (151)