SMAN 7 Kota Bengkulu Diliburkan

Beredarnya informasi tawuran pelajar SMAN 4 ke SMAN 7 di media sosial, membuat pihak SMAN 7 meliburkan ratusan pelajarnya, kemarin (8/2). Pasalnya, sekolah tersebut sempat didatangi belasan pelajar dari SMAN 4 Kota Bengkulu pada Rabu (7/2) sore karena tidak terima rekanya Auzia Umi Detra (17) dibunuh oleh siswa SMAN 7 secara sadis.

Pantauan Bengkulu Ekspress, gerbang SMAN 7 sejak pagi kemarin sudah ditutup, dan dijaga sekuriti serta dua anggota polisi dengan pakaian lengkap. Seluruh siswa diliburkan, tanpa batas waktu yang ditentukan.

Tidak ada aktifitas di sekolah itu, seluruh ruangan terkunci rapat, sementara dewan guru sebelumnya melakukan pertemuan dengan pengawas Diknas, selanjutnya, hanya duduk-duduk di depan kantornya.

Wakil Kepala SMAN 7 Kota Bengkulu, King Dedes menuturkan, pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya korban.

“Persoalan ini tidak ada sangkut paut atas nama lembaga sekolah. Atas kejadian ini, pihak sekolah mengucapkan prihatin atas kejadian pembunuhan yang melibatkan murid kami,” ujarnya.

Namun ia meminta tindakan ini murni pribadi dan hendaknya tidak membawa nama lembaga sekolah. Pihak sekolah tidak menyangka muridnya melakukan pembunuhan. Sebab, pelaku DN begitu masuk dan sudah tercatat sebagai siswa berprestasi di bidang olahraga karate. Pada tahun 2015 lalu, ia mewakili Provinsi Bengkulu ke tingkat nasional mengikuti ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).  Namun sejak duduk dibangku kelas XI, ia sudah tidak aktif lagi dalam club karate.

Dalam keseharianya, pelaku dikenal tanggap, dan memiliki sopan santun, dan gaya bicara lemah lembut.

“Tidak menyangka kalau DN yang agak diam itu bisa melakuka perbuatan itu, saya tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya dalam dirinya, termasuk urusan keluarga,” imbuh Dedes.

Hal yang sama diungkapkan pembina OSIS SMAN 7 Kota Bengkulu, Jaharman.

Ia mengaku, dalam keseharianya, pelaku di sekolah seperti biasa, tidak ada catatan-catatan kenakalan, prestasi akademiknya tidak menonjol alias rata-rata siswa lainya, hanya saja ia pernah juara karate.

” Ngak kelihatan, makanya tidak menyangka kalau dia pelaku, karena layaknya seperti siswa baik, ” cetusnya.

Sejak korban Auzia Umi Detra (17) menghilang, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan terhadap pelaku. Ia pun tetap melaksanakan aktivitas belajar layaknya siswa lain. Ia juga tercatat sebagai peserta simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer yang akan dilaksanakan pada Rabu (7/2).

Dibeberkannya, DN dan rekanya RI (saksi) adalah teman akrab, mereka berada dalam satu kelas XII jurusan IPS 2 dan duduk dalam satu meja. Dikabarkan, DN memiliki keluarga yang broken home.

Sementara terkait status DN, Kepala SMAN 7 Kota Bengkulu, Sarjono M.Pd engan dikonfirmasi. Ia hanya meminta pengertian media dan menyerahkan sepenuhnya persoalan yang menimpa anak didiknya pada aparat hukum.

“Mohon maaf, untuk persoalan ini saya serahkan pada aparat hukum, dan kenapa tidak ada aktivitas di sekolah, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi, ” tukasnya.

Simulasi UNBK Batal
Diliburkannya seluruh siswa/siswi SMAN 7 Kota Bengkulu, mengakibatkan pelaksanaan simulasi UNBK tahap II di sekolah itu batal.
Seyogyanya, simulasi UNBK hari kedua tetap dilaksanakan dengan tiga sesi. Pembatalan simulasi tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dan tidak mempengaruhi proses ujian nasional utama.

SMAN 4 Berduka
Sementara itu, suasana SMAN 4 Kota Bengkulu tidak tergaggu sama sekali. Bahkan, sejumlah siswa dan dewan guru masih melaksanaan belajar mengajar seperti biasanya. Pelaksanaan simulasi UNBK di sekolah inipun berjalan lancar.

Pihak sekolah sebelum melaksanakan aktifitas belajar mengajar, terlebih dulu menggelar salat duha, dan memberikan arahan serta motivasi pada siswa. Kegiatan itu diisi langsung oleh Sekretaris Dinas Dikbud M Daud Abdullah M.Pd dan pihak Polres Bengkulu.

Kepala SMAN 4 Kota Bengkulu, Deni Asiah M.Pd saat dikonfirmasi menegaskan bahwa seluruh siswa/siswi SMAN 4 Kota Bengkulu dikumpulkan di halaman sekolah, mereka menggelar salat duha berjamaah. Para siswa diberikan wejangan supaya tidak terprovokasi oleh oknum sehingga melakukan tindakan anarkis, seperti adanya berita penyerangan ke SMAN 7 Kota Bengkulu.

“Imbauan juga terus dilakukan, supaya anak-anak tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, jangan sampai siswa terprovokasi dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu, M. Daud Abdullah bersama dengan Kasi Kesiswaan, Evrilia, Kamis pagi melakukan kunjungan ke SMAN 4 Kota Bengkulu. M Daud juga mengunjungi kelas korban Auzia Umi Detra.

Dalam kesempatan itu, Daud Abdullah mengaku prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah dirundung duka yang mendalam, tetapi tidak boleh larut dan terlalu jauh menanggapi hal-hal yang tidak perlu. Kejadian ini dapat di ambil hikmahnya, dan kita serahkan pada penegak hukum.

Kedatanganya tim Diknas ke sekolah tersebut untuk memotivasi pada siswa. Pasalnya banyak berita hoax melalui media sosial, yang menyebutkan adanya tawuran antar sekolah.

” Ini berita hoax, satuan pendidikan SMAN 4 dan SMAN 7 jangan mudah dimainkan oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.(247)

Baca Juga  Pembunuh Auzia Terancam Hukuman Mati