SMAN 11 Imbau Alumni Ambil Ijazah

Kepala Sekolah SMAN 11 BU, Imam Setyohaji

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Terkendala dana, banyak alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) sengaja tidak mengambil ijazahnya.Ini membuat beberapa sekolah kebingungan mengingat sekolah bukan tempat penitipan ijazah.

Salah satunya SMAN 11 BU banyak alumni yang tidak mengambil ijazah, sehingga pihak sekolah mengimbau kepada seluruh alumni SMAN 11 BU yang belum mengambil ijazah untuk segera diambil. “Ijazah alumni SMA kita yang belum diambil sangat banyak, kalau diperkirakan mencapai 76 orang. Kami bingung dengan ijazah ini, dan kami berharap para alumni SMAN 11 BU segeralah mengambil ijazah,” kata Kepala SMAN 11 BU Imam Setyohadi, MPd kepada awak media, senin (10/2).

Imam pun menambahkan, bahwa kebingungan pihaknya atas ijazah para alumni sekolah ini cukup beralasan karena sekolah ini bukanlah tempat penitipan. Itupun dikhawatirkan jika nanti ada musibah kebakaran, tentunya pihak sekolah yang akan disalahkan jika ijazah para alumni ini belum juga diambil.

“Kami berharap sekali dan meminta dengan sangat para alumni segera mengambil ijazah disekolahnya. Karena, ini sangat berisiko sekali. Kendati pun masalah tunggakan biaya, itu bisa dibicarakan. Saya harap datang dulu ke sekolah bersama dengan walinya, dan semua hal lainnya dapat dibicarakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan pihaknya sama sekali tidak membebankan siswa dan siswi harus melunasi tunggakannya jika ingin mengambil ijazah. Namun hingga saat ini, justru para alumni sekolah ini yang belum juga mengambil ijazahnya.

Soal tunggakan, jika memang tidak mampu yang dibuktikan dengan SKTM dari desa yang singkron dengan Dinas Sosial, pihaknya memastikan, akan memberikan ijazah tersebut tanpa dibebankan tunggakan.

Namun sebaliknya jika mampu diharapkan pengertiannya untuk melunasi tunggakannya, mulai dari tunggakan biaya sekolah hingga pembelian seragam.”Kami tidak terlalu membebankan biaya tunggakan kepada alumni sekolah ini untuk mengambil ijazah mas, minimal niatnya datang dulu dan dibicarakan.Namun, bagi yang mampu diharapkan dapat membantu sekolah minimal membayar setengah dari tunggakannya. Karena, sekolah ini juga memiliki pengeluaran diluar dari pengeluaran yang ditanggung dana BOS. Sehingga, apa yang kami keluarkan tentunya berkat bantuan dari para wali murid,” tandasnya.

Sejauh ini, diakui oleh Imam, pihaknya dalam mengeluarkan kebijakan sudah sangat banyak sekali. kendati banyak siswa dan siswi yang masih menunggak terhadap iuran wajibnya.

Pihak sekolah tidak pernah menahan nomor ujian, dan tetap bisa menerima rapor serta selalu memberikan keringanan kepada murid dan wali murid. Namun saat ini, pihaknya bingung dengan kondisi ijazah yang menumpuk di sekolah ini.

“Kita sudah banyak sekali toleransi dengan siswa dan siswi disekolah ini, namun demikian kami tetap mengedepankan azas musyawarah, dan mengharapkan pengertian dari para wali murid. Toh ini juga demi kemajuan pendidikan murid itu sendiri,” pungkasnya.(127)