SMA Penggalang Butuh Perhatian

Pelopor Pendidikan Daerah Terpencil

SEMIDANG LAGAN, Bengkulu Ekspress – Antusiasme masyarakat di Desa Kota Niur Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu tengah agar anak mereka mendapatkan ilmu pengetahuan di sekolah patut diapresiasi.

Berada di daerah terpencil dan dekat pertambangan batu bara menyulitkan warga untuk bisa menempuh pendidikan di sekolah negeri.  Terlebih lagi, sebagian besar masyarakat merupakan petani dan bertempat tinggal cukup jauh dari jalan raya tambang batu bara.

Penelusuran Bengkulu Ekspress, membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih agar bisa menjangkau sekolah terdekat, SMA 6 Kabupaten Bengkulu tengah yang berada di Desa Air Sebakul maupun SMA 1 Bengkulu tengah yang berada di Desa Kembang Seri Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu tengah.

Selain jarak tempuh yang jauh, akses jalan di lokasi tersebut masih sulit dilalui. Sekitar 17 kilometer jalan dari Desa Kota Niur menuju Desa Taba Lagan merupakan jalan batu bara yang belum pernah dibangun oleh pemerintah.
Permukaan jalan akan dipenuhi debu saat musim panas dan berlumpur tatkala hujan.

Sebagai solusinya, masyarakat setempat mendirikan sekolah menengah atas (SMA) yang diberi nama SMA Penggalang Pendidikan. Sekolah ini dinaungi Yayasan Penggalan Pendirikan.

“SMA Penggalang Pendidikan merupakan satu-satunya SMA yang berada di Kecamatan Semidang Lagan,” ungkap Dita Angraini (32), salah seorang guru SMA Penggalang Pendidikan ditemui disela-sela kegiatan belajar mengajar (KBM), Jumat (8/2) pagi.

Bisa dilihat sendiri, sambung Dita, sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah masih belum memadai. Ruang kegiatan belajar (RKB) yang tersedia masih dalam kondisi terbuka dengan ukuran sekitar 5×12 meter. Bangku, meja dan ruang penyekat antar ruangan terbuat dari papan tipis.

Kondisi sekolah juga masih berlantai tanah dan beratapkan seng. Keseluruhan bangunan merupakan hasil karya masyarakat setempat yang dibangun secara swadaya pada tahun 2017 lalu. “Alhamdulillah, pendirian SMA Penggalang Pendidikan mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Atas partisipasi masyarakatlah SMA ini bisa berdiri. Sejak dibangun, belum ada penambahan sarana dan prasarana,” kata Dita.

Ditanya mengenai suka duka dalam mengajar, Dita mengakui bahwa semuanya dijalani dengan gembira.
Menurut dia, keinginan untuk mengajar berasal dari dorongan hati secara tulus.Bahkan, Dita yang merupakan warga Desa Karang Nanding Kecamatan Semidang Lagan rela menempuh perjalanan hingga 30 menit untuk mencapai lokasi sekolah.



Dalam kesehariannya, Dita biasa menumpang truk angkutan batu bara. Awalnya, beber Dita, ia sempat menjadi tenaga pengajar di salah satu SMP Negeri di Kota Niur. Namun, sangat disayangkan banyak lulusan SMP tak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan jarak tempuh yang cukup jauh.

Untuk gaji, Dita mengungkapkan bahwa guru hanya mendapat gaji yang tak menentu dari wali murid. Ada yang membayar setiap bulan ataupun hingga 3 bulan. “Pendidikan sangat penting. Sebab itu, tergerak hati saya untuk mengajar di SMA Penggalang Pendidikan ini. Harapan saya, mereka bisa menjadi generasi cerdas dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Dita.

Sementara itu, Ketua Yayasan Penggalang Pendidikan, Agus menjelaskan SMA Penggalang Pendidikan berdiri di atas lahan yang dihibahkan warga dengan luas 60×60 meter.

Sekolah yang beroperasi sejak pertengahan tahun 2017 tersebut memiliki 21 orang murid dengan program studi ilmu pengetahuan sosial (IPS). “21 murid terbagi menjadi 2 kelas, yakni kelas 1 dan kelas 2,” terang Agus. Untuk legalitas, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Nasional Diknas Provinsi Bengkulu.

“Dari hasil koordinasi dengan Dinkas Provinsi, izin operasi memang baru bisa dikeluarkan setelah 2 tahun berjalan. Saat ini masih dalam proses,” tegasnya.

Hingga saat ini, SMA tersebut hanya mengandalkan dukungan dari masyarakat setempat. Besar harapan, Pemerintah Daerah (Pemda) ataupun pihak swasta dan donator bisa memberikan konstribusi.

Meski belum ada bantuan dari pihak lain, Agus menegaskan, SMA Penggalan Pendidikan yang telah memiliki 8 orang guru tersebut akan tetap bertahan demi memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat setempat dan warga kurang mampu. “Dukungan dari pihak luar kami buka selebar-lebarnya. Baik untuk pembangunan gedung maupun kelengkapan sarana lain, seperti buku serta alat tulis. Kepedulian Pemerintah, donator serta anggota DPRD yang merupakan wakil rakyat sangat diharapkan,” pintanya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Kota Niur, Safri Husni memberikan apresiasi kepada Yayasan Penggalang Pendidikan yang telah membangun sekolah jenjang SMA. “Selama ini, jarak tempuh yang cukup jauh menjadi kendala masyarakat untuk melanjutkan sekolah dan pasrah sebatas SMP. Kami berharap, SMA Penggalang Pendidikan bisa menjadi wadah mencetak lulusan SMA yang pintar dan bisa bersaing dari lulusan sekolah lainnya,” tandas Kades.(135)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*