Slank Digandeng Yusuf Mansur

JAKARTA – Band legendaris Slank baru saja merilis single di sebuah aplikasi religi yang bekerja sama dengan Yayasan Daarul Quran Nusantara milik Ustad Yusuf Mansur. Namun, Slank menolak jika single-nya itu disebut sebagai single religi.

”Kita belum ya. Kalau religi kan berbicara tentang ketuhanan. Slank lebih ke ajakan kebaikan. Lirik-lirik kita mulai mengerucut. Bicara Tuhan, agama yang banyak berbeda. Bukan religi, tapi lebih mengerucut lah,” ujar Bimbim seusai peluncuran aplikasi tersebut di markas besar Slank, Potlot, Jakarta, kemarin (18/7).

Single yang bertajuk Sedekah itu sebenarnya bukan lagu baru, tapi diambil dari salah satu album Slank.

”Suatu saat Bimbim tanya, Daarul Quran minta lagu. Kalau kita kerjain, waktunya mepet dengan deadline-nya itu. Kenapa nggak lagu Sedekah saja yang kita tawarin” Lagi pula, Ustad Yusuf Mansur itu kalau dakwah biasanya masalah sedekah,” ujar Ivan.

Untuk royaltinya, Slank mengaku akan menyumbangkan seluruhnya ke Daarul Quran. Ke depan, kerja sama tersebut berlanjut dengan pembentukan rumah tahfiz di markas Slank di Potlot. Rumah tahfiz merupakan program Yusuf Mansur untuk memunculkan banyak penghafal Alquran di berbagai tempat.

Soal waktu selama Ramadan, Slank lebih banyak menggunakannya untuk menggarap album ke-20 mereka. Setiap hari Kaka, Bimbim, Ivan, Ridho, dan Abdi berkutat di dapur rekaman agar albumnya segera selesai.

”Kita ingin masuk album ke-20, Jetlag. Habis tarawih masuk studio, sahur, tidur, bangun. Habis tarawih gitu lagi. Setiap hari seperti itu,” tutur Bimbim yang masih enggan membeberkan konsep album barunya tersebut. (yas/c6/any)