Sky Runner dan Palembang Runner Ramaikan Run 10 K

Sky Runner
Komunitas Olahraga Lari Sky Runner dan Palembang Runner saat foto bersama di Sport Center kemarin (26/3). (Foto REWA/BE).

BERBAGAI komunitas pencinta olahraga lari ikut memeriahkan Bengkulu Run yang berpusat di Sport Center Pantai Panjang kemarin (26/3).

Salah satunya komunitas pecinta olahraga lari yang berasal dari Kota Palembang yaitu Sky Runner dan Palembang Runner, yang ikut serta dalam ajang Bengkulu Run, kemarin.

Ketua komunitas Sky Runner Jonathan Andhika mengatakan sangat mengapresiasi event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu dan Bengkulu Ekspress karena kegiatan seperti ini mampu membawa olahraga khususnya lari menjadi olahraga rutin sehari-hari.

“Dengan lari tubuh menjadi sehat dan kuat serta mampu membuat jantung lebih prima,” ungkap Jonathan kepada BE.

Jonathan mengaku komunitas Sky Runner didirikan pada bulan Desember 2016. Kata Sky sendiri bermakna Sekayu yang merupakan salah satu daerah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sudah beberapa event diikuti oleh komunitas Sky Runner baik didalam provinsi maupun di luar provinsi.

“Sebelum mengikuti event di Bengkulu Run, Sky Runner pertama kali pernah mengikuti event Musi Run pada tahun 2016. Untuk menyongsong event lari, komunitas Sky Runner selalu mengikuti banyak kegiatan baik di dalam provinsi maupun di luar provinsi seperti pada 2017 ini akan ikut juga pada event Jakarta marathon 2017,” terangnya.

Dijelaskannya awal mula terbentuknya komunitas ini adalah karena didasarkan kepada minat dan hobi joging pagi hari maka mereka sering bertemu, untuk itu kemudian dibentuklah komunitas Sky Runner. “Berawal dari minat yang sama akan olahraga lari maka kami membentuk komunitas ini,” jelasnya.

Komunitas sky runner tersebut bukan terdiri dari para atlit saja, namun juga terdiri dari mahasiswa, karyawan, bahkan tentara. “Anggotanya berjumlah 19 orang dari berbagai macam profesi bukan hanya atlet saja,” ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan dari komuniyas Sky Runner mengikuti event Bengkulu Run adalah untuk memasyarakatkan olahraga lari. Karena olahraga lari disamping mendapatkan prestasi juga merupakan olahraga rekreasi. “Modal dalam olahraga lari cukup memiliki sepatu kemudian bisa berlari dan untuk hasil yang lebih bagus lagi maka dilakukan latihan secara rutin agar kinerja lari bisa semakin bagus,” jelasnya.

Diakuinya, sebelum mengikuti Bengkulu Run ini, anggotanya kerap menggelar latihan rutin setiap minggunya guna mencapai hasil maksimal. “Kami rutin melakukan latihan yakni seminggu 2 kali yaitu pada hari Kamis dan Sabtu pagi karena terkendala rutinitas kesibukan anggota,” jelasnya.

Ditambahkannya, komunitas lari mulai mewabah di kota besar seperti Jakarta dimana setiap bulan diadakan event lomba lari yang rutin diikuti Sky Runner. “Komunitas lari bukan prestasi menyelesaikan finish, namun kami mengikuti event untuk menyalurkan hobi dan juga menambah daya tahan tubuh,” tambahnya.

Tak hanya itu ia juga menambahkan kegiatan ini sangat positif dan diminta untu lebih sering diadakan. Ditambah lagi kegiatan ini juga menjadi ajang promosi wisata daerah. “Kami berharap lebih sering diadakan kegiatan ini karena sangat positif, pemandangan yang dilalui sepanjang perlombaan sangat indah ini bisa menjadi ajang promosi wisata dan kuliner Bengkulu yang ternyata sanagt lezat,” tukasnya.

Sementara itu, anggota komunitas Palembang runner Fajar Sidiq yang juga ikut menjadi peserta pada kegiatan ini mengaku dirinya sangat senang dan bangga menjadi peserta dalam kegiatan Bengkulu Run ini. “Saya sangat senang mengikuti event ini karena lari memang sudah menjadi hobi yang menyenangkan saya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Palembang Runner beranggotakan 80 orang yang menyukai olahraga lari dimulai dari siswa sekolah dasar, hingga semua kalangan profesi. “Anggota kami sekarang sudah 80 orang yang berasal dari beragam latar belakang yang berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan dirinya juga akan mengikuti event perlombaan lari yakni Kuala Lumpur Marathon pada 21 Mei 2017 mendatang, Maybank Bali Marathon di Bali pada bulan Agustus, Jakarta marathom, Lombok marathon, serta Jawa Pos Fit pada 14 Mei mendatang.

“Saya memang sering mengikuti event seperti ini karena sangat positif bagi para penyuka olahraga lari seperti kami,” tambahnya.

Dikatakannya kegiatan Bengkulu run ini sudah baik pelaksanaannya ditambah cuaca yang mendukung dengan track record bagus, tapi ada beberapa kendala yaitu sebelum finish lokasi harusnya sudah steril dan tidak ramai oleh kendaraan.

“Finish itu sakral membutuhkan catatan record sehingga harus diperhatikan dan kedepannya jangan terlalu ramai di lokasi finish, tetapi sejauh ini semua sudah dilaksanakan dengan baik dalam kegiatan Bengkulu Run ini,” tuturnya.

Terakhir ia mengatakan, tren olahraga pada 2017 yang di intruksikan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah olahraga lari dapat melihat di Ayolari.in atau dunialari.com dimana jadwalnya sudah lengkap. Hal inilah yang mendorong banyaknya event lari yang diadakan setiap daerah.

“Memang trend olahraga lari sekarang semakin diminati sesuai dengan instruksi dari Kemenpora, semoga kedepannya event-event seperti ini semakin banyak karena sangat positif dan bisa menyehatkan tubuh,” pungkasnya.(999)