Tahun Ini Pemkot Usulkan Terima 2.450 CPNS

cpns

Setelah pemerintah pusat mencabut moratorium penerimaan CPNS, maka berbagai pemerintah daerah   berlomba-lomba mengajukan usulan penerimaan CPNS di tahun 2013. Pemerintah Kota Bengkulu  telah mengajukan usulan penerimaan CPNS sebanyak 2.410 orang yang sebagian besar merupakan tenaga guru dan kesehatan.

“Kami sudah mengajukan usulan penerimaan CPNS  ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).  Jumlah  yang kami usulkan yakni 2.450,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bengkulu, Drs Bujang HR.

Ia mengungkapkan ada beberapa persyaratan yang harus dilampirkan seperti hasil analisis jabatan, analisis beban kerja dan proyeksi kebutuhan PNS lima tahun ke depan. Persyaratan tersebut sudah dilengkapi  dan sudah diserahkan ke Kemen PAN-RB beberapa waktu lalu.  “Semuanya sudah kita lengkapi, sekarang tinggal menunggu apakah diterima atau tidak,” ujarnya.

Disinggung soal prioritas penerimaan, apakah dari tenaga honorer atau penerimaan baru, Bujang mengungkap  pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kemen PAN-RB.   Namun pihaknya tetap berusaha memperjuangkan nasib tenaga honorer  dengan cara menyerahkan semua data honorer yang berada dibawah naungan pemkot ke pemerintah pusat.

Mengenai jumlah kebutuhan, Bujang mengaku  tidak hafal. Namun ia memastikan bahwa sebagian besar merupakan tenaga pendidik atau guru, tenaga kesehatan, da teknis.  “Kalau jumlah totalnya saya tidak hafal, namun yang terbanyak adalah guru dengan prioritas guru TIK, bimbingan konseling, Agama dan beberapa jurusan lainnya. Sedangkan formasi lainnya seperti kesehatan juga butuh agak banyak untuk ditempat di Puskesmas dalam kota, dan tenaga teknis untuk mengisi kekosongan staf di sejumlah SKPD,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE belum mendapat laporan mengenai pengusulan CPNS tersebut. Bahkan ia mengaku belum mendapatkan hasil analisis jabatan dan analisis kebutuhan yang dilakukan oleh BKD.

“Belum ada kepastian, karena sampai sekarang saya belum melihat hasil analisis jabatan dan analisis kebutuhan, serta besaran APBD kita untuk belanja PNS. Nanti kita lihat dulu, jika tidak memungkinkan maka belum kita ajukan, karena sesuai program kami bahwa APBD untuk rakyat,” tutupnya.

Morotarium PNS Berakhir

Moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berlangsung selama 16 bulan telah berakhir. Terhitung 31 Desember 2012, Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Penundaan sementara (moratorium) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi selesai.
Meski moratorium telah usai, Wapres RI Boediono tetap menyoroti masalah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dia meminta terus dilakukan perbaikan cara-cara rekrutmen pegawai dengan objektif dan tidak lagi diwarnai praktik kecurangan.
“Jangan lagi ada titip menitip calon PNS. Semua pihak harus mengedepankan objektivitas untuk menghasilkan aparatur negara yang baik,” kata Boediono saat memberikan sambutan alam pengarahan kepada seluruh Wakil Menteri (Wamen) tentang Reformasi Birokrasi di Istana Wapres.
Boediono menekankan, setelah moratorium CPNS, pemerintah akan melanjutkan kebijakan antara lain zero growth policy, dimana perekrutan pegawai disesuaikan dengan kebutuhan, dan perekrutan dilakukan dalam sistem rekrutmen terbuka.
Nantinya tidak hanya dalam rekrutmen CPNS yang harus dilakukan secara terbuka dan objektif, tetapi juga melingkupi promosi jabatan. “Saya minta agar promosi jabatan juga dilakukan dengan cara objektif dan harus berani dimulai,” tegasnya.
Promosi jabatan secara terbuka itu saat ini sudah diterapkan di beberapa kementerian. Wapres bahkan berharap agar rekrutmen untuk jabatan eselon I dan II di lingkup Kementerian PAN-RB dan Lembaga Administrasi Negara dipublikasikan secara umum di media massa.
Wamen PAN dan RB Eko Prasodjo menyambut baik permintaaan Wapres Boediono yang merupakan Ketua Dewan Pengarah Tim Reformasi Birokrasi Nasional tersebut.
Sebagai salah satu upaya untuk meminimalisasi praktik-praktik kecurangan dalam rekrutmen CPNS, pemerintah berencana merubah skema penerimaan CPNS. Jika sebelumnya penerima CPNS hanya dibuka satu tahun sekali, kini lowongan itu akan dibuka setiap hari tergantung kebutuhan.
“Kita lagi membangun sistem seleksi yang bisa dilakukan setiap hari, bukan setahun sekali itu yang kita sebut sebagai Computer Assisted Test (CAT),” kata Eko di Istana Wapres, kemarin.
Eko memaparkan, CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu computer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.
Mekanismenya, Kementrian /Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan pegawai sesuai analisa jabatan dan analisa beban kerja. Setelah ditetapkan formasinya sesuai kekuatan anggaran negara oleh Menteri PAN & RB, K/L dan pemda bersangkutan sudah bisa membuka seleksai CPNS-nya.
“Jadi setiap pelamar bisa tiap hari ikut tes kompetensi dasar lewat sistem CAT. Tapi setiap tahun hanya dibatasi tiga kali. Jadi kalau saya tidak lulus, saya sebulan lagi ikut, sebulan lagi ikut kembali, tapi maksimal tiga kali. Dari situ bisa ketahuan, apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Karena metode CAT hasilnya langsung ketahuan. Pelamar juga biisa mengantongi sertifikasi kompetensi,”urainya.
Eko melanjutkan, sistem perekrutan tersebut, setidaknya sudah mulai bisa berjalan pada Juni mendatang untuk seluruh K/L. Sedangkan untuk pemda baru diberlakukan di 12 provinsi. Mengingat masih terbatasnya infrastruktur sistem CAT.
KemenPAN & RB menargetkan membangun sistem CAT di 33 provinsi. Bagi provinsi yang luas wilayahnya besar akan ditempatkan tiga atau empat komputer CAT. Dengan demikian pelamar tidak susah untuk mendatangi lokasi tes.
Sampai akhir tahun 2012, jumlah PNS tercatat 4.462.982 orang atau setara dengan 1,90 % dari hampir 241 juta jiwa penduduk Indonesia. Jumlah ini masih ditambah dengan pegawai honorer yang menyebabkan postur birokrasi yang gemuk.(400/jp)