Skema Suksesi Pilwakot

BENGKULU, BE – Polres Bengkulu ikut andil dalam suksesi Pilwakot Bengkulu. Salah satunya menyiapkan skema pengamanan proses perhelatan pesta demokrasi tersebut. Mengingat potensi kericuhan maupun gesekan antar pendukung sangat besar. Termasuk distribusi logistik Pilwakot. Ini terungkap dalam acara coffe morning di Polres Bengkulu, kemarin. Hadir dalam acara tersebut Kapolres Bengkulu Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK, Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi SH MH, Kajari Bengkulu Suryanto SH MH, Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Patriana Sosialinda SSos, dan Ketua KPU Kota Bengkulu Salahuddin Yahya SAg MSi. “Untuk dana pengamanan hanya satu kali putaran sebesar Rp 2,5 miliar bisa cukup. Tapi jika dua putaran maka dengan dana tersebut tidaklah cukup. Segala pengamanan akan kita kerahkan dalam kesuksesan pemilihan walikota ini serta akan menempatkan sejumlah personel,” terang Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK. Polres Bengkulu juga meyediakan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang akan segera dibentuk dalam waktu dekat ini termasuk dengan menyediakan ruangan. Kajari Bengkulu Suryanto SH MH menerangkan, dalam penanganan laporan penyimpangan Pilwakot, setiap laporan akan dikaji secara bersama-sama melibatkan unsur Panwaslu, kejaksaan dan kepolisian. Jika hasil kajian ada penyesuaian antara tiga unsur tersebut, maka tindak pidana Pilwakot bisa ditindak lanjut ke pengadilan. “Sedikitnya 3 orang jaksa akan ditugaskan dalam Gakumdu tersebut,”terang kajari.

Jadwal Ulang

Di bagian lain, KPU Kota Bengkulu belum bisa memastikan kembali kapan tahapan Pilwakot akan digelar. Sebab, jadwal yang telah dirancang berulang kali gagal lantaran belum ada kepastian pengucuran dana. Tak ayal, ini membuat jadwal Pilwakot terpaksa akan disusun ulang kembali. Seperti yang dijelaskan Anggota KPU divisi anggaran, Juniarti Boermansyah SAg MHum bahwa sekarang KPU akan lebih ketat dalam melakukan penjadwalan ulang dan tentu akan dikaji dahulu. “Agar tidak berbenturan dengan kegiatan hari raya seperti Idul Fitri pada bulan Agustus,” jelas Juni. Dikatakannya pertimbangan terhadap puasa saja sangat besar pengaruhnya, seperti yang diketahui jadwal puasa pada 18 Juli sampai 19 Agustus. Lebih lanjut diterangkan Juni tahapan yang dimaksud antara lain, tahapan pleno, tahapan launching, perekrutan PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) serta pemutakhiran data pemilih. Selanjutnya verifikasi pencalonan baik dari partai politik ataupun jalur perseorangan. KPU sendiri baru akan memplenokan hasil pilwakot 7 hari setelah pemungutan suara. KPU sendiri sudah melakukan penjadwalan sebanyak dua kali dan juga membuat draft tahapan namun sampai dengan sekarang belum terlaksana. Bila Maret tahapan Pilwakot baru dimulai maka jadwal pencoblosan akan jatuh bulan Oktober. Padahal sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa masa Pilwakot dapat dilakukan 30 hari sebelum masa jabatan walikota habis 17 Oktober 2012.”Bila terus dilakukan pengunduran waktu maka jabatan walikota nanti akan diisi carataker,” imbuhnya.(cw3/333)