SK Tanggap Darurat Bencana Seluma Diproses

TAIS, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kabupaten Seluma ternyata menetapkan jika bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu sebagai tanggap darurat dan surat keputusan (SK) tengah di proses serta menunggu tanda tangan Bupati Seluma.

“Sebelumnya BPBD sudah mengusulkan sebagai tanggap darurat atas bencana alam beberapa hari lalu. Dan SK nya tengah di proses,” ujar Kabag Hukum Sekretariat Pemda Seluma, Nurfadliyah SH kepada BE.

Diterangkan, dengan guna dari SK Tanggap darurat ini untuk pencairan anggaran belanja tak terduga(BTT) penanggulangan bencana alam yang dimiliki Pemda Seluma. Yang jelas akan di pergunakan untuk bantuan serta perbaikan fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Baik itu jalan maupun kepada korban yang terdampak bencana alam lalu.

“Ini sebagai syarat mutlak untuk pencairan anggaran BTT dan sekarang masih menunggu tanda tangan Bupati,” sampainya.

Dijelaskan, tanggap darurat ini sendiri juga sebagai dasar untuk usulan ke BNPB jika memang anggaran BTT Seluma tidak mencukupi. Besar harapan, BTT yang ada saat ini bisa di manfaatkan untuk peningkatan fasilitas yang rusak. Sehingga SK ini menunggu bupati semata.

“Untuk teknis apa dan kemana saja anggaran BTT ini kepada OPD terkait seperti PUPR dan BPBD Seluma,” sampainya.

Diketahui, Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Seluma sejak senin hingga siang kemarin, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tecatat ada dua kecamatan yang terdampak banjir sejak senin malam, yakni di Kecamatan Lubuk Sandi dan Kecamatan Air Periukan.

Data berhasil di himpun, pada Kecamatan Lubuk Sandi banjir merendam 13 rumah warga di desa Sakaian, dengan ketinggian air 50 cm, dan satu rumah terendam hingga 3 meter. Kemudian di desa Gunung Agung sebanyak 50 unit rumah terendam dengan ketinggian air 50 cm. Kemudian di desa Padang Pelasan kecamatan Air Periukan terdapat 14 rumah terendam, yang 4 rumah diantaranya dengan tinggi 150 cm. Beruntung tidak ada korban jiwa, kemarin Selasa (13/7) pagi, banjir sudah surut dan tidak lagi menggenangi rumah dan jalan raya.

Akibat banjir dan longsor ini fasilitas umum di kecamatan Lubuk Sandi. Jembatan penghubung desa Napal Jungur dan Dusun Tengah terputus pada senin malam. Tak hanya itu jalan raya di desa Napal Jungur tak bisa dilalui, karena dilanda longsor. (333)