Siswi SMP Ditemukan Tewas di Tepi Pantai

 

bela sungkawa smpn 2
DIBAWA: Jasad korban saat dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir dari rumah duka, dengan diirigi warga dan teman sekolahnya.

KOTA MANNA, BE – Rike Dwi Apriza (14), siswi kelas 8 E SMPN 2 Bengkulu Selatan (BS) yang tenggelam di Sungai Air Manna dekat galian C milik Pak Bowo di siwak Sebiris, Kelurahan Ibul, Kota Manna, pada Minggu (22/11) sekitar pukul 14.40 WIB, akhirnya ditemukan tewas, kemarin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Jasadnya ditemukan di pinggir pantai Pasar Bawah dekat taman dengan posisi tertelungkup. Saat ditemukan muka korban mengalami luka lebam karena diduga saat terbawa arus, terbentur ke batu di sepanjang sungai. Sebab lokasi penemuan mayat korban dan lokasi dirinya mandi bersama teman-temannya diperkirakan berjarak sekitar 10 km.

Rike ditemukan oleh Buyung dan Hen yang bersama-sama warga terus melakukan pencarian terhadap korban.

“Saat ditemukan posisinya tertelungkup, lalu bersama – sama warga yang melakukan pencarian, jasadnya langsung dibawa pulang untuk kemudian disemayamkan di rumah duka,” ujarnya Buyung, didampingi beberapa warga saat ditemui di rumah duka kemarin.

Sementara itu, setelah jenazah korban tiba di rumah duka di Desa Pagar Dewa, Kota Manna langsung ramai warga yang melayat, bahkan teman-temannya di sekolah beserta para guru tampak hadir.

“Dia (Rike red) teman kami satu sekolah, kami sangat bersedih karena kehilangan dia, sehingga kamipun bersama guru dan seluruh siswa SMPN 2 sengaja datang ke rumahnya untuk bertemu denganya yang terakhir kali,” ujar Anggi salah satu siswi SMPN 2 BS kemarin.

Sementara itu, Drs Yurdan Nil mewakili pihak keluarga, menyampaikan, keluarga korban merasa kehilangan atas meninggalnya korban yang merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara buah hati pasangan Sukardi dan Pasuhania.

“Jika korban ada salah baik kepada warga sekitar ataupun temannya di sekolah, kami mohon untuk dimaafkan, jika ada hutangnya yang bisa diikhlaskan mohon diikhlaskan, namun jika tidak hubungi kami agar bisa kami selesaikan, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat yang layak dan kami keluarga yang ditinggalkan semoga tabah dengan cobaan ini,” Yurdan Nil.(369)