Siswi SMAN 2 Bengkulu Selatan Raih Medali Emas di Korsel

siswi SMAN 2 raih emas di korea selata
ST/Bengkulu Ekspress
FOTO BERSAMA: Ke-7 siswi SMAN 2 Bengkulu Selatan foto bersama dengan guru pembimbing dan kepala sekolah usai menerima medali emas saat ikut lomba di Seoul korea Selatan.

PELAJAR di Provinsi Bengkulu kembali terus membuktikan diri kepada dunia. Mereka mampu menunjukan kepada dunia, jika anak-anak Bengkulu mampu khususnya anak-anak dari Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) mampu berprestasi di tingkat Nasional. Hal ini dibuktikan oleh ke-7 siswi SMAN 2 Bengkulu Selatan (BS) tergabung dalam Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 2 Bengkulu Selatan.

Mereka berhasil mengharumkan nama Provinsi Bengkulu dan kabupaten Bengkulu Selatan pada ajang dunia, World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan (Korsel) 1-4 Agustus lalu. Karya mereka, Biskuit Keong SMAN 2 (Biskenda), yang merupakan produk siswi SMAN 2 Bengkulu Selatan ini yang terbuat dari cangkang keong emas, berhasil membuat juri berdecak kagum dan mengapresiasinya. Sehingga mereka berhak mendapatkan medali emas. Tidak hanya sampai disitu, Biskenda juga mendapat penghargaan khusus dari World Invention Intellectuality Property Asosiation (WIIPA).

“Alhamdulillah anak-anak SMAN 2 Bengkulu Selatan mendapat medali emas di Seoul, Korea Selatan dengan menampilkan produk Biskenda,” kata Kepala SMAN 2 Bengkulu Selatan, Tarman Hayadi MPd.

Tarman mengatakan, produk anak didiknya ini mampu menyisihkan tim KIR dari 28 negara dengan terdiri 228 tim. Kesukseskan ini, sambung Tarman berkat kerjas keras anak-anak yang sudah mempersiapkan diri sejak dinyatakan lulus seleksi ke korea. Selain itu juga berkat dukungan dan doa dari guru, orangtua, dan pemerintah.

Tarman menambahkan, Tim KIR SMAN 2 Bengkulu Selatan yang berhasil membuat harum nama daerah ini diketuai oleh Veni Aprisal (17) pelajar kelas XII MIPA 5 anak dari pasangan Risalimin Sarwidi dan Rensi Fitra Utari, bersama 6 rekannya Firda Annindiati (16) pelajar XI MIPA 1 anak pasangan Agusman dan Sumiati, Shyntia Peratami Putri (17) pelajar kelas XII MIPA 1 putri pasangan Sukman dan Mahayani, Puteri Salsabila (17) pelajar kelas XII MIPA 4 putri pasangan Nasrul dan Minarni. Kemudian Zeta Mardatilla S (17) pelajar kelas XII MIPA 1 putri dari Sumitro dan Marnaini, Fauziyyah (17) pelajar kelas XII MIPA 4 putri dari Irda Irianto dan Mawarni, dan Citra Trisdayuni (17) pelajar kelas XII MIPA 4 putri dari Trisman dan Mazidah. Kemudian saat mengikuti lomba, mereka juga bersama guru pembimbing, Gusniarti MPd.

“ Mereka ini sebelumnya mengikuti seleksi digelar Innopa, organisasi yang mewadahi kompentensi seleksi internasional tentang penemuan dan inovasi Mei lalu, Alhamdulillah berhasil, sehingga diikutsertakan mengikuti lomba di Korea Selatan,” ujar Tarman.

Tarman menjelaskan, pada seleksi tersebut, anak-anak menggunakan Bahasa Inggris. Beruntung, ke-7 siswi SMAN 2 BS ini mahir berbahasa inggris, sehingga mereka tidak kesulitan berkomunisasi saat lomba. Bahkan saat mengikuti lomba di Korea Selatan, anak-anak mempresentasikan karyanya dengan memakai Bahasa Inggris, sehingga banyak peserta dan pengunjung yang tertarik, dan membeli produk. Sebab sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis ini. “ Saat presentasi, dengan fasih anak-anak menggunakan bahasa inggris ditambah lagi produk ini mampu mencegah osteoporosis sehingga mampu menarik perhatian pengunjung,” ujar Tarman diamini ketua tim, Veni Aprisal.



Veni Aprisal menambahkan, pada tahun 2016, produk Biskenda ini pertama kali dikenalkan ditingkat nasional pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Biskenda ini dengan bahan baku keongmas yang merupakan hama menakutkan bagi petani sawah. Pasalnya sangat banyak ditemukan di sawah dan dapat meruak tanaman padi. Oleh siswi SMAN 2 Bengkulu Selatan, hama ini diolah menjadi makanan lezat, biskuit. Biskuit dengan bahan baku Keong mas ini mereka namakan Biskenda memiliki manfaat kesehatan, sebab kandungan pada cangkang keong emas ini bisa mencegah penyakit osteoporosis atau tulang keropos. “ Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi warga untuk mencegah penyakit osteoporosis,” ujar Vini Aprisal.

Kepala Dinas Provinsi Bengkulu, Drs. Budiman Ismaun M.Pd melalui kepala Bidang Pendidikan SMA, R. Wahyu D.P mengatakan Pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud merasa bangga dan mengapresiasi para pelajar, dengan penuh percaya diri mampu bersaing dengan peserta dari 28 negara, sehingga mampu mengukir prestasi gemilang berupa mendali emas.  “Prestasi ini bisa memacu prestasi bagi pelajar lain, bukan hanya SMAN 2 Bengkulu Selatan, tapi semua pelajar di Bengkulu, ” tutupnya. (369)