Siswi di Bengkulu Viral Hina Palestina Dikeluarkan dari Sekolah

MS

BENGKULU, Bengkuluekspress.com- Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkulu Tengah, MS alias Ri (16) yang sempat viral lantran mengunggah video TikTok berdurasi 8 detik yang menghina negara Palestina.

Atas perbuatannya MS dikeluarkan pihak sekolah melalui sidang sekolah yang dihadiri komite sekolah, dewan, kepolisian, TNI dan pemuka agama setempat.

“MS sekarang kami kembalikan lagi sama orangtuanya,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Benteng, Eka Saputra, Selasa (18/5).

Atas kejadian itu, pihak sekolah pun mengembalikan MS kepada pihak keluarga untuk mendapat pendampingan secara intensif. Meski, sebelumnya, Ri telah meminta maaf atas videonya yang viral dan beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

“Dari akun Tiktok yang saya buat, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Negara Palestina, masyarakat Indonesia, Bengkulu dan Bengkulu Tengah yang tersinggung atas unggahan saya,” kata Ri

Ri mengakui kesalahannya tanpa disengaja melainkan karena hanya ingin viral di jagat sosial media.

“Saya siap menerima konsekuensi dari apa yang saya perbuat. Sekali lagi saya minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya ini,” ucapnya dalam video berdurasi 57 detik itu.

Disisi lain, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Karang Tinggi Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, mengatakan oknum siswi tidak seharusnya mendapat perundungan.

Apalagi usia di bawah umur, anak masih memiliki hak dan kewajiban untuk belajar sehingga kesalahan sosial tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab anak.

“Okum siswa ini sudah mengakui kesalahannya dan pihak keluarga telah meminta maaf. Ada baiknya video itu kita hapus dan kepada masyarakat meredam semua isu ini agar anak tidak mengalami gangguan psikologis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kombes Pol Sudarno mengimbau agar masyarakat lebih selektif dalam menerima, mencerna dan menggunakan setiap aplikasi yang sedang tren saat ini.

“Seluruh masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebaiknya masyarakat sebelum upload konten harus dipikirkan terlebih dahulu apakah berdampak negatif atau tidak. Karena ketika dipublis maka konten atau tulisan itu sudah tidak bisa ditarik kembali. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*