Siswa SMKN 3 Tak Terdaftar Dapodik

Siswa SMKN 3 Kota Bengkulu, jurusan Broadcasting, mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Siswa SMKN 3 Kota Bengkulu, jurusan Broadcasting, mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sekitar 9 orang siswa dari Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Bengkulu, terancam tak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) pada April mendatang.

Pasalnya, mereka tidak terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik).

Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu Dra. Hj. Yendrianis, MTPd, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress membenarkan, ada sedikitnya 9 siswa kelas XII SMKN 3 belum terdata dalam Dapodik. Hal itu diketahui setelah pelaksanaan simulasi UN tahap I yang dilaksanakan Desember 2017.

Saat simulasi itu nama 9 siswa tersebut tidak masuk dalam Dapodik. Tidak munculnya nama siswa tersebut, lantaran tidak terbacanya nomor Induk Siswa (NIS) dan ada juga yang NIS-nya tidak lengkap. Hal ini sudah ditindaklanjuti dan direvisi kembali, dan saat ini sudah bisa masuk dalam Dapodik.

“Sewaktu mau pendaftara berakhir, ada data beberapa siswa yang namanya belum menyahut diserver. Setelah diselidiki tidak terbaca dan saat ini sudah tidak ada kendala, ” katanya.

Dibeberkan Yendrianis, penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolahnya merupakan kali ketiga, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan UNBK telah mencukupi 1/3 dari jumlah siswa plus 10 komputer cadangan.

UNBK kali ini diikuti sebanyak 368 siswa dari beberapa jurusan kejuruan.

Persiapan demi persiapan mensukseskan UNBK pun telah dilakukan, yakni pelatihan proktor dan teknisi yang dilakukan Dinas Dikbud provinsi Bengkulu serta MKKS SMK.

Sementara terkait kesiapan para siswa dalam mengikuti UNBK, selain mengikuti simulasi, mereka juga mendapatkan pelajaran tambahan selama 10 kali pertemuan. Pelajaran tambahan diberikan setiap Sabtu.

Sementara itu, Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu R Wahyu DP belum lama ini menuturkan, masih ada tujuh sekolah belum mengupload data peserta UN untuk bisa link ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Untuk menghindari adanya siswa tidak terdapa sebagai peserta UN. Wahyu meminta seluruh sekolah untuk mendata dan memverifikasi calon peserta UN hingga 20 Januari 2018, ”Jangan sampai ada peserta didik yang tidak terdaftar. Jika ada siswa tidak terdaftar, maka ia tidak bisa mengikuti Ujian Nasional,” tegasnya. (247)