Siswa PAUD Tidak Boleh Dikerasi

Bengkulu
Bakti/Bengkulu Ekspress. PELATIHAN : Kabid PNFI Dinas Dikbud Benteng foto bersama guru PAUD Desa Taba Tarunjam, Kecamatan Talang Empat usai pelatihan peningkatan kualitas dan kreatifitas Tendik.

Guru PAUD Diberi Pelatihan

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Meningkatkan kualitas dan kreativitas dalam mengajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) memberikan pelatihan kepada para tenaga pendidik (Tendik) atau guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Benteng, Syarifudin SPd menjelaskan, pelatihan penting diberikan agar para tentik benar-benar memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka dalam membimbing generasi bangsa yang masih di usia dini.

“Dengan adanya pelatihan, diharapkan kualitas dan kreatifitas sumber daya manusia (SDM) tendik Paud bisa mengalami peningkatan. Dengan memili kreatifitas yang tinggi, diharapkan anak-anak PAUD bisa lebih memahami setiap materi pelajaran yang diberikan,” ungkap Syarifudin.

Dijelaskannya, dalam pelatihan yang diberikan, para guru PAUD harus memahami berbagai metode yang harus digunakan dalam mengajar siswa, khususnya dalam penerapan kurikulum tahun 2013 (K-13). Melalui K-13 ini, guru tak boleh memberikan pelajaran kepada siswa dengan cara yang keras, melainkan dengan cara persuasif.

“Pada K-13 ini, anak-anak tak boleh dikerasi. Sebab, anak-anak adalah masa emas dan masa bermain. Ini adalah program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untu anak-anak PAUD, para tendik harus bisa menerapkan metode pemberlajaran Belajar Sambil Bermain dan Bermain Sambil Belajar,” tambah Syarifudin.

Selain pemberian materi, pihaknya juga mengharapkan agar para tendik bisa mengeluarkan kreasi mereka dalam menciptakan alat peraga edukatif (APE) yang berasalĀ  dari alam sekitar.

“Ke depan, kita akan banyak memberikan pelatihan kepada para tendik, terutama mengenai penggunaan APE. Tendik harus mampu menciptakan APE dari alam sekitar dan tidak lagi mengandalkan APE yang berasal dari pabrik,” tukasnya.

Untuk meningkatkan motivasi para tendik, pihaknya akan melakukan pemantauan atau monitoring secara terus menerus dan berkesinambungan di setiap PAUD.

“Ditahun 2017 ini, kita akan mengadakan lomba untuk melihat tingkat kreatifitas para tendik. Kepada yang terbaik akan diberikan apresiasi. Sekai itu, ditahun ini juga akan diadakan lomba apresiasi PAUD se-Indonesia yang akan dilaksanakan di Provinsi Bengkulu. Karena Provinsi Bengkulu adalah tuan rumah, mau tidak mau kita harus menyiapkan diri sedini mungkin,” tutup Syarifudin.(135)