Siswa Dusun Lame Dipindahkan

KOTA BINTUHAN, BE – Ratusan siswa SD di Dusun Lame lokasi Taman Nasional Bukit Barisan Seblat (TNBBS) yang diusir beberapa bulan yang lalu belum bisa meneruskan sekolah, lantaran fasilitas hangus dibakar pada waktu itu. Oleh karena itu Dispenbud Kaur kemarin telah berangkat ke lokasi TNBBS untuk menjemput satu persatu siswa untuk diasramakan. Kemudian  itu sudah siap untuk disekolahkan. Hal tersebut diungkapkan Kadispenbud Kaur M Daud Abdullah SPd melalui Sekretaris KH Sidarmin Tetap MPd saat dihubungi BE, kemarin (23/9).
Dikatakannya, akibat pembakaran dan pengusiran itu ratusan siswa tidak bisa sekolah, disana ada 5 kelas mulai dari kelas I hingga kelas V. Saat ini mereka masih tetap bertahan di lokasi tersebut meskipun tidak bisa sekolah.
Sehingga tugas Dispenbud untuk melanjutkan hak mereka agar bisa sekolah.
“Berapapun jumlahnya akan kita asramakan, kemudian akan kita sekolahkan di Kaur Selatan, Maje dan Nasal. Namun semuanya harus didata terlebih dahulu,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini pihak Dispenbud sedang mencari lokasi untuk asrama. Sedangkan jumlah siswa yang akan diasramakan belum diketahui. Namun jika melihat jumlah siswa sebelum pengusiran mencapai 90 lebih.
Saat ini, kata Sidarmin, mereka masih menunggu Kadispenbud bersama rombongan yang masih dalam lokasi di Dusun Lame. “Setelah adanya kepastian baru kita akan carikan asrama sementara, setidaknya satu buah rumah rencanaya di Kaur Selatan,” jelasnya.
Diungkapkanya, untuk sekolah yang akan mnejadi sasaran siswa, kemungkinan SD di Kaur Selatan yang paling utama, kemudian menyususl Maje dan Nasal. Nantinya sistemnya antar jemput.
Di sisi lain, Ketua Komisi I Bidang Pendidikan DPRD Kaur Herlian Muchrim ST mengatakan pihaknya minta sekolahnya dijadikan satu lokasi, supaya orang tua siswa itu mudah untuk menemui anak-anak mereka. “Lebih cocok mereka sekolah di Kecamatan Nasal, selain diasramakan pengawasan orang tuanya juga sering dilakukan. Kemudian di Nasal banyak sekolah SD sehingga mudah dijangkau,” ujar Herlian.(823)