Siswa 6 Kabupaten Lulus 100%

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pengumuman kelulusan SMA/SMK berlangsung, kemarin (14/5. Alhasil siswa/siswi yang tersebar di enam kabupaten lulus 100%, sedangkan siswa yang tidak lulus dapat dihitung dengan jari yang tersebar di kota Bengkulu dan Rejang Lebong.

Berdasarkan data yang masuk di sekretariat Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu, dari 26.396 siswa SMA/SMK se-provinsi Bengkulu, enam kabupaten menyatakan lulus 100%, diantaranya kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kaur, Kabupaten Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Sisanya Bengkulu Tengah, Mukomuko belum melaporkan. Sedangkan Kota Bengkulu diketahui 3 orang tidak lulus dan seorang dari kabupaten Rejang Lebong.

Di kota siswa tidak lulus diketahui dari SMKN 1 dan 2 siswa dari SMKN 2 kota Bengkulu. Kemudian seorang lagi dari SMA PGRI Rejang Lebong. Jumlah itu belum ditambah lagi 57 siswaSMA dan 139 siswa SMK yang dinyatakan Drop Out dan terdaftar dalam Daftar Nomor Tetap (DNT) UN.

Kepala SMKN 2 Kota Bengkulu, Sulasman, saat dikonfirmasi membenarkan jika dua siswanya tidak diluluskan, alasan ketidak lulusan siswanya karena ia tidak tuntas mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional. Padahal pihak sekolah telah memfasilitasi dan memberikan ruang untuk mengikuti ujian susulan, namun yang bersangkutan tidak hadir.  ” Sebenarnya ada 4 siswa yang tidak lulus, 2 orang DO dan 2 orang tidak ikut UNBK dan Ujian Sekolah, ” katanya.



Ia sangat menyayangkan masih adanya siswa/siswi yang tidak lulus, padahal jika siswa mengikuti aturan serta mengikuti ujian dengan lengkap maka kelulusan 100% dapat terwujud. “Ada empat kriteria kelulusan seperti tidak mengikuti Ujian Nasional, tidak tuntas menyelesaikan mata pelajaran, budi pekerti minimal baik dan memenuhi standar KKM, kedua siswanya yang tidak lulus hampir memenuhi ketiga kriteria tersebut,” katanya.

Adanya siswa yang tidak lulus, pihak sekolah membuat pengumuman secara tertutup, dimana hasil pengumuman wajib diambil oleh orang tua. Menghindari adanya euforia para pelajar, sekolah pun telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta babin kamtibmas untuk pengamanan di sekolah.

Berbeda dengan kepala SMAN 2 Kota Bengkulu, Dr. Bihanuddin M.Pd, seluruh siswanyaa dinyataan lulus 100%, hanya saja tahun ini nilai siswa mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Padahal sekolah telah berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memperoleh nilai dengan baik. Dengan memberikan pembelajaran tambahan.

Pelaksanaan pengumuman kelulusan di SMAN 2 dengan cara mengundang walimurid, hal ini untuk meminimalisir adanya aksi euforia para siswa yang berlebihan. ” Sengaja kita undang walimurid, supaya meminimalisir konvoi ddan corat-coret seragam, ” katanya.

Bihanuddin meminta pada walimurid yang ingin menyumbangkan seragam sekolahnya ke sekolah, untuk selanjutnya diserahkan ke penerima yang membutuhkan. “Siswa-siswi yang tertangkap melakukan corat coret seragam, akan kita berikan sanksi. Jika berkenan silahkan kumpulkan seragamnya untuk disumbangkan pada mereka yang membutuhkan, ” pintanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu, Drs, Budiman Ismaun M.Pd menegaskan, sekolah tidak perlu khawatir karena tidak lulus seratus persen, sekolah harus berani dan memberikan penilaian se-objektif mungkin. “Rapatkan hasil UN itu bersama dewan guru, sekolah jangan takut, karena pendidikan kejujuran hanya ada di sekolah, karakter inilah menjadi kewajiban yang harus diterapkan dari pendidikan formal, ” teggasnya.

Sementara itu Ketua panitia UN, R. Wahyu D.P saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan data kelulusan dari kabupaten/kota. Sehingga belum diketahui berapa jumlah siswa Bengkulu yang tidak lulus. “Kita tunggu hingga 17 Mei ini, kita harapkan seluruh sekolah dapat melaporkan data kelulusanya, ” pintanya.

Walau sudah kerap diingatkan agar tidak ada eufora kelulusan dengan aksi corat coret, aksi tersebut masih saja ditemui. Terlihat siswa/siswi Sekolah Menengah kejuruan (SMKN) 2 Kota Bengkulu, setelah orang tua mengambil amplop pengumuman langsung dibuka. Para siswa pun secara bersembunyi-sembunyi melakukan aksi corat coret seragam, baik dengan pewarna di sekolah. Mereka meluapkan kegembiraanya dengan mencorat coret seragamnya dengan pewarna. Kemudian keluar sekolah dengan cara konvoi menggunakan kendaraan roda dua. (247)