Singkong Emas Hasilkan Ratusan Juta

TAIS, BE – Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) Provinsi Bengkulu kini memperkenalkan potensi tanaman Singkong Emas. Tanaman ini merupakan rekayasa bibit singkong dari Thailand yang dikawinkan dengan singkong karet lokal. Bila ditanam hasilnya fantastis, dalam 1 hektar dapat menghasilkan uang ratusan juta rupiah dalam kurun waktu 7 bulan.

Ketua FOK Bengkulu, Drs Martadinata menjelaskan, FOK yang merupakan organisasi kepemudaan yang bernuasa wirausaha berbasis sosial kemasyarakatan yang organisasi pusatnya berkedudukan di Jakarta.

Saat ini tengah memperkenalkan Singkong Emas kepada masyarakat Provinsi Bengkulu, dimulai dari Seluma. Konsep produksi Singkong Emas yakni dilakukan FOK dengan mengajak masyarakat petani secara luas untuk menanam secara massal.

Setelah tanaman berproduksi akan langsung ditampung dan difasilitasi oleh FOK seharga Rp 700 per kg ubi Singkong Emas.

”Kita sedang memperkenalkan dan mengajak masyarakat menanam singkong emas. Dalam 1 hektar lahan dapat menanam 10 ribu batang, dapat menghasilkan lebih dari 150 ton sampai 300 ton ubi. Nilai jual antara 70 juta sampai Rp 100 juta-an. Karena konsep ini bagus, maka program ini kita perkenalkan dan ajak masyarakat untuk menanam,” katanya.

Dikatakan Martadinata, bagi petani dan masyarakat umum tertarik dengan program ini, untuk dapat berdiskusi dan bergabung dengan FOK dapat menghubungi sekretariat FOK Bengkulu di JL Raden Fatah No 32 RT 17 Pagar Dewa Kota Bengkulu.

Saat ini, diungkap anggota DPRD Seluma yang pernah mempromosikan produk unggulan Seluma ke China Expo di Beijing China itu, FOK telah membuka kebun Singkong Emas percontohan di Desa Kemang Manis Kecamatan Semidang Alas (SA), Seluma.

”Sekarang ada kebun percontohan kita di Desa Kemang Manis sebanyak 5 hektar,” katanya. Lebih lanjut, dijelaskannya ubi Singkong Emas dapat diolah pabrikasi menjadi berbagai produk jadi. Seperti, tepung terigu, alkohol, minyak kompor, spirtus, bahan pembuat jamu sampai pakan ternak. Selain itu dapat dioleh menjadi bahan bakar nabati solar dan bensin untuk menjadi BBM bagi kendaraan. (444)