Sindikat Curanmor Profesional

RATU SAMBAN, BE – Gembong pencuri sepeda motor (Curanmor) En (21) yang berhasil dilumpuhkan dengan timah panas memiliki sindikat yang profesional. Warga Desa Tanjung Merigi Sakti Bengkulu Tengah ini memiliki kelompok kerja yang terorganisir. Ini ditandai setiap menjalan aksinya ada pembagian peran. Dari pemeriksaan sementara, En yang memiliki ilmu kebatinan belut air ini bertugas sebagai eksekutor. Tersangka En yang mencuri motor, sedangkan tugas melarikan atau membawa kabur hasil curian rekan-rekan tersangka yang kini tengah diuber jajaran Polsek Ratu Agung Kota Bengkulu. Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Supayitno SST MK didampingi kapolsek Ratu Agung AKP Istiqlal MZ melalui Kanit Reskrim Ipda Eka Chandra SH mengaku telah mendapatkan identitas dan alamat anggota sindikat tersebut. “Mereka tengah kita intai sekarang. Mereka ini kelompok yang cukup meresahkan,” tuturnya.
Tersangka En yang masih tergolek lemah dengan luka tembak di dada tembus punggung telah beraksi curanmor sebanyak 7 kali serta membongkar rumah sebanyak 4 kali menyikat 4 laptop serta menjambret. Dari tangan tersangka juga ditemukan sejumlah STNK. Diduga STNK itu dari hasil curanmor dan penjambretan “Saat ini kita masih mendalami sepak terjang pelaku dan hasil barang curian hasil kejahatan selama ini,” terangnya.

240 Motor Raib

Kasus  curanmor memang cukup tinggi di Provinsi Bengkulu. Pasalnya, dalam kurun waktu satu tahun, 2011 ini saja, tercatat sebanyak sekitar 240 kasus curanmor yang masuk ke Polda Bengkulu. Laporan curanmor itu, ditangani baik di lingkungan Polsek, Polres hingga Polda Bengkulu itu sendiri. Hanya saja, pengungkapan  kasus yang cukup menonjol itu, dianggap masih cukup berimbang dengan laporan yang masuk. ” Kalau ditahun 2011 lalu, laporan curanmor yang masuk sekitar 240 kasus,” terang Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Hery Wiyanto, SH kemarin. (111/333)