Simulasi Bencana Libatkan 18 Kelurahan

GUNAWAN/Bengkulu Ekspress. Para relawan penanggulangan bencana siap menjalankan tugas.
GUNAWAN/Bengkulu Ekspress. Para relawan penanggulangan bencana siap menjalankan tugas.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu kembali mengadakan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami. Kali ini digelar di di lapangan bola kaki Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu dengan melibatkan 18 kelurahan dan perwakilan dari 9 kecamatan di Kota Bengkulu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu (BPBD), Selupati SH mengatakan, Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami ini diikuti 100 orang yang langsung memperagakan saat terjadinya bencana dan sekaligus penanganan terhadap korban bencana.

Dengan diadakan simulasi ini, Selupati berharap agar masyarakat yang berdomisili di daerah rawan gempa lebih berhati-hati terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Diakuinya, saat ini kondisi satgas yang ada di BPBD Kota hanya memiliki 12 orang dan ditambah dengan 10 orang tenaga kontrak atau honorer. Artinya pihak BPBD Kota Bengkulu masih sangat kekurangan Satgas dalam penanganan bencana. Sementara itu, untuk di tingkat kelurahan sudah memiliki sedikitnya ada 10 orang tenaga relawanan yang siap jika terjadinya bencana maupun menyampaikan kepada masyarakat hal- hal pencegahan sebelum terjadinya bencana. Untuk tenaga honorer maupun tenaga relawan bencana diberikan pelatihan khusus agar memiliki bekal yang matang dalam penanganan bencana baik pra maupun paska bencana termasuk dalam menangani korban bencana.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistic BPBD Kota Bengkulu, Novrisman mengatakan bahwa jumlah relawan yang sudah ada di 18 kelurahan, terutama di pesisir pantai Bengkulu berjumlah 200 orang, dan bentuk kerjasama yang nyata antar pihak BPBD Kota dengan pihak Kelurahan setiap ada kegiatan yang melibatkan masyarakat pihak Kelurahan diminta agar selalu menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi tenaga relawan bencana, hal ini untuk membantu Satgas yang jumlahnya masih sangat minim tersebut jika terjadi bencana.

“Kota Bengkulu khususnya masyarakat pesisir pantai sangat rawan terjadinya bencana, diharapkan selain satgas dan tenaga relawan bencana yang ada mari kita sama- sama bersatu dalam menyikapi masalah bencana ini, baik pra maupun pasca bencana karea ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan diharapkan jika terjadi bencana agar segera memberikan laporan kepada satgas yang ada, hal ini sangatlah wajar kalau ada yang luput dari pantauan para petugas yang ada,” ungkapnya. (cik12)