Sidang OTT Mantan Dewan , Mantan Sekda Benteng Dihadirkan Sebagai Saksi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa siang (18/6/19) menggelar sidang lanjutan terhadap terdakwa Hanaldin, mantan Anggita DPRD Kabulaten Bengkulu Tengah (Benteng), yang terlibat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan Korupsi penganggaran pada kegiatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Dalam sidang ini jaksa menghadirkan 3 orang saksi, diantaranya Muzakir Hamidi mantan Sekda Benteng yang juga selaku ketua TAPD, Wildo sebagai TAPD Bappeda Benteng dan Trianto sebagai TAPD DPKAD.

Dalam keterangannya di persidangan, saksi Muzakir Hamidi mengatakan, pada saat pengusulan anggaran akreditasi rumah sakit, TAPD menerima usulan dari OPD untuk dianggarkan di APBD perubahan. Namun dia tidak mengetahui saat pembahasan di rapat dewan lantaran dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekda.

“Usulan anggaran pada akreditasi rumah sakit sebesar Rp 1,4 miliar telah dibahas di TAPD, namun saya tidak mengetahui pembahasan didewan lantaran saya tidak lagi menjabat sebagai sekda.” terang Muzakir dihadapan majelis hakim.

Muzakir selaku ketua TAPD menambahkan, anggaran akreditasi rumah sakit senilai 1,4 miliar harus dianggarakan oleh dewan dengan segera. Lantaran hal itu bersifat urgent dan apabila diakhir tahun 2018, Rumah Sakit Umum Benteng, tidak mempunyai akreditasi maka rumah sakit tidak dapat beroperasi.

“Kita hadirkan di persidangan dari TAPD karena kita ingin mendengarkan bagaimanan proses penganggaran akreditasi rumah sakit yang dalam hal ini sudah jelas anggaran akreditasi rumah sakit tidak dapat diubah lantaran bersifat urgen.” terang JPU Dewi Kemalasari.

Sementara itu, Zinal Abidin Tuatoi selaku kuasa hukum dari Hanaldin mengatakan, tiga orang saksi yang dihadirkan jaksa tidak ada kaitannya dalam proses OTT. “Tim TAPD nggak ada kaitan dengan klien kita dalam kasus OTT. Bahkan 3 orang saksi hanya saksi Wildo yang sempat betemu dengan klaen kita dalam hearing pembahasan anggaran masing-masing OPD.” terangnya. (Imn)