Sidak Proyek, DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pembangunan Selesai Akhir Desember

Foto/ Hendrik BE/ Tampak anggota DPRD sedang meninjau lokasi proyek Pembangunan di Taman Budaya provinsi Bengkulu didampingi pihak rekanan

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah pembangunan proyek fisik milk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, yang kini sedang berlangsung pengerjaannya. Dari hasil sidak yang dilakukan Kamis (8/11/18) diproyek dalan Kota Bengkulu ini didapati masih ada beberapa proyek lamban pengerjaannya. Untuk itu, dewan meminta rekanan atau kontraktor menyelesaikan proyek sesuai limit waktu yang telah ditetapkan pada Desember 2018.

“Jangan sampai di akhir tahun tidak tuntas. Karena sudah menjadi komitmen DPRD dan Pemda (Gubernur) tidak ada perpanjangan kontrak tahun ini,” papar Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP, politisi dari partai Gerindra kepada Bengkuluekspress.com di masjid Baitul Izza usai sidak, Kamis (8/11/18).

Jonaidi mengatakan, kami mengecek kemungkinan yang tidak diinginkan tersebut. Kita antisipasi dari kini dan sudah kita sampaikan dengan pihak rekanan agar tidak ada masalah terlambat. Mengingat, rata-rata kontraknya baru dimulai Juli, Agustus dan bahkan ada dua proyek yang kontraknya baru dilakukan pada Oktober 2018.

Jika tidak selesai pada 31 Desember 2018 seseuai dengan Perpres (Peraturan Presiden) nomor 16 tahun 2018, kontrak diputus. Soal ‘blacklist’ perusahaan tergantung dengan dinas PUPR provinsi Bengkulu.



“Kalau tidak selesai dengan waktu yang sudah direncanakan berarti rekanan gagal memenuhi kontrak kerja. Kita bayarkan sesuai dengan bobot pekerjaan yang dilakukan ,” tukasnya.

Lanjutnya, dewan juga memeriksa kelengkapan, serta kekurangan pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan Gubernur Bengkulu, pada 2018 tersebut. Nantinya, ikon dan kebanggaan masyarakat Bengkulu menjadi baik, agar tidak terlihat kurang perencanaan.

Kepala Bidang Cipta Karya Erwin Pasmawi mengatakan, memang ada beberapa proyek yang agak lamban pengerjaannya, seperti proyek pembangunan gedung PMI sudah kasih SCM (Supply Chain Management) karena konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total kurang dari 10% tetap kurang target. Maka dilakukan SCM kedua minggu depan.

“Kemungkinan besar itu nantinya putus kontrak. Karena kinerja mereka yang seperti ini. Kalau yang lain mudah-mudahan bisa selesai” tegasnya.

Sidak tersebut diikuti anggota komisi lll DPRD provinsi Bengkulu, Jonaidi SP (Gerindra), Helmi Paman (PDIP), Agung Gatam (PDIP), Maras Usman (PPP) didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Erwin Pasmawi.

Mereka meninjau proyek pembangunan antara lain, rehab gedung Balai Buntar, Taman Budaya, Masjid Baitul Izzah, TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Kejaksaan Negeri. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*