Sidak, 3 Dewan Absen

UJAN MAS, BE – Sepertinya kepedulian sejumlah anggota DPRD Kepahiang terhadap pendidikan di daerah tersebut patut dipertanyakan. Pasalnya dari 4 anggota Komisi I DPRD Kepahiang, ternyata hanya 1 orang yang hadir saat sidak ke SMAN 1 Ujang Mas kemarin. Dewan yang terlihat hanya Wakil Ketua Komisi I yaitu Drs Ahmad Rizal MM, sedangkan 3 rekannya yakni Neni Putri, Netral Hendri, dan Bambang Purnomo ST tidak terlihat batang hidungnya. Padahal sidak kemarin dilakukan tujuannya mencari kejelasan terkait selisih tunjangan sertifikasi guru, penahanan puluhan ijazah siswa yang menjadi alumni sekolah itu, serta mengetahui langkah pihak sekolah menghadapi Ujian Nasional (UN). Namun belum diketahui penyebab 3 dewan tersebut tidak hadir saat sidak tersebut. Meskipun demikian, pelaksanaan sidak tetap dilakukan oleh Ahmad Rizal yang didampingi seorang staf Sekretariat DPRD Kepahiang. Dia diterima Kepala SMAN 1 Ujan Mas Drs Makmur Jaya.

Menurut Makmur, terkait persoalan di sekolah yang dipimpinnya dia tidak mengetahui sepenuhnya. Seperti selisih tunjangan sertifikasi, dirinya belum mengetahui secara pasti ada selisih atau tidak. Memang kata dia, guru yang lulus sertifikasi di sekolahnya tahun 2011 lalu berjumlah 3 orang. “Terkait ada selisih atau tidak mengenai tunjangan sertifikasi yang menghangat beberapa waktu lalu, saya belum mengetahuinya secara pasti. Dimana untuk disekolah ini ada sekitar 3 orang guru yang lulus sertifikasi tahun 2011 lalu,” terang Makmur kepada Ahmad Rizal. Sedangkan mengenai penahanan ijazah para alumni SMA I Ujan Mas memang diakui Makmur. Namun dia mengaku belum bisa menjelaskan lebih detail dengan alasan baru 6 bulan tepatnya 1 Juli tahun lalu menjabat kepsek di sekolah tersebut. Namun informasi dia terima yang berkembang, ada puluhan siswa masih ada sangkutan uang di sekolah dengan rata-rata persiswa diatas Rp 1 juta. “Kami telah mengambil kebijakan dimana para siswa yang ingin bekerja ataupun melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi lagi masih tetap diberikan foto copy ijazah yang dilegalisir dan untuk ijazah asli belum bisa diberikan mengingat belum lunasnya pembiayaan. Yang jelas soal penahanan ijazah cuma sebatas ini bisa saya jelaskan karena sebelumnya saya belum menjabat sebagai Kepsek,” ujar Makmur. Untuk persiapan UN, dia mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan agar terget kelulusan UN mencapai 100 persen. 64 siswa yang akan mengikuti UN telah mengikuti belajar tambahan seperti les yang dilaksanakan 3 kali seminggu serta Try Out. Sementara itu, Waka Komisi I DPRD Kepahiang, Drs Ahmad Rizal MM mengatakan, terkait selisih sertifikasi, menurut penjelasan dari salah seorang guru sertifikasi tahun 2011 lalu memang terdapat selisih. Tapi terkait hal ini pihaknya akan melengkapi data terlebih dahulu. Sedangkan mengenai penahanan ijazah, dia meminta pihak sekolah agar selektif memilih siswa yang mampu untuk melunasi biaya yang dibebankan, sehingga nantinya ijazah itu bisa diberikan segera.(505)