Sibuk, Walikota Tetap Peduli Adat

DSC_0025BENGKULU, BE – Padatnya kegiatan Walikota Bengkulu,  H Helmi Hasan SE ternyata tidak membuatnya lupa terhadap perkembangan adat yang ada di Kota Bengkulu.   Meskipun sibuk,  Helmi Hasan tetap peduli dengan adat. Hal ini terlihat dari acara silaturahmi Walikota bersama Keluarga Besar Ikatan Masyarakat Melayu Bengkulu (IMMB), Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) dan Badan Musyawarah Adat (BMA), serta Yayasan Asyura di Balai Kota pada Kamis malam (31/1) lalu.

Silaturahmi tersebut dilakukan sebagai langkah untuk melestarikan adat budaya yang ada di Kota Bengkulu, diantara yang menjadi pembicaraan adalah usulan tokoh adat tentang penggunaan pakaian adat melayu menjadi salah satu pakaian dinas bagi PNS Kota Bengkulu. Selain itu, penguatan adat-adat di tengah masyarakat yang dinilai kian memudar juga perlu digalakkan kembali.

“Kita harus tegas menolak budaya luar yang tidak baik pengaruhnya terhadap budaya kita,” kata Ketua BMA Kota Bengkulu Drs S Effendi MS  didampingi ketua IMMB,  H. Mardi Yusuf, ketua KKT Ir Syiafril, dan Ketua Yayasan Asyura Drs Ali Arifin dalam pertemuan tersebut.

Effendi menginginkan agar pemerintah kota bersama masyarakat selalu meningkatkan pengetahuan adat yang berkembang di masyarakat, terutama bagi anak-anak muda melalui penerapan jam berkunjung pada batas- batas waktu tertentu.  Selain itu juga dibahas tentang pelestarian budaya tabot dengan mempertahankan kesakralan tabot dan Balai Adat yang rencananya akan dipergunakan sebagai sekretariat BMA dan MUI.

Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan menyambut baik semua saran yang dipaparkan BMA kota dan  Keluarga Besar IMMB dan Asyura tersebut. “Penggunaan pakaian adat melayu sebagai pakaian dinas pemda merupakan saran yang sangat baik untuk kita terapkan, begitu juga kegiatan adat lainnya yang harus kita lestarikan sebagai cerminan jiwa masyarakat Kota Bengkulu,” ungkap Walikota.
Namun demikian, wacana ini akan dikoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti SKPD Pemerintah Kota Bengkulu.

Selain wacana di atas, Walikota juga berkeinginan untuk mengaktifkan pelaksanaan Salat Duha disetiap sekolah dalam kota Bengkulu.
Tak hanya itu, kepedulian Walikota terhadap adat juga terlihat dari kemeriahan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Pemkot pada sabtu malam (2/2).

Pada acara itu, para undangan dan  masyarakat yang ikut hadir disajikan jambar nasi kunyit. “Jambar nasi kunyit ini kita adakan agar kita dapat melestarikan budaya daerah dalam menyambut hari-hari besar Islam, sehingga budaya ini dapat diketahui dan dipertahankan sampai anak cucu kita,” ujar Walikota yang juga adik kandung Menteri Kehutanan RI ini.(400/rl/adv)