Siapkan Perbup Bengkulu Selatan Kabupaten Hafidz

 

Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi

KOTA MANNA, BE – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, S.E ,M.M, terus berupaya membina akhlak anak di BS. Saat ini dia berupaya agar peserta didik khusus yang beragama Islam memiliki kompetensi membaca dan menulis Alquran. Bupati mengaku bakal menjadikan BS sebagai Kabupaten Hafidz. Oleh karena itu, saat ini peraturan Bupati (Perbup) BS Kabupaten Hadfidz itu sedang digodok.

“Perbupnya sedang kita persiapkan,” kata Bupati BS Gusnan Mulyadi saat diwawacarai BE.

Dikatakan Gusnan, dalam rancangan perbup tersebut, disebutkan tentang persyaratan tambahan kenaikan kelas pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di BS. Gusnan berharap dengan diterapkannya wajib bisa baca tulis Alquran sebagai syarat wajib naik kelas dapat menjadi fondasi awal menuju terwujudnya BS sebagai Kabupaten Hafidz.

Dalam draft Rancangan Perbup tersebut, tertera syarat Kelas 1 untuk bisa naik kelas 2 apabila peserta didik telah bisa membaca Iqra 1, naik kelas 3 wajib bisa membaca Iqra 2, naik ke kelas 4 wajib bisa membaca Iqra 3, naik ke kelas 5 wajib bisa membaca Iqra 4 dan kelas 5 naik ke kelas 6. Apabila peserta didik telah bisa membaca Iqra 5 dan 6. Sedangkan, untuk tingkat SMP, nantinya dibuat persyaratan minimal hafal sejumlah surah Alquran untuk bisa naik kelas.

“Tahun ini, kita berharap Perbupnya sudah rampung. Kedepannya kita dorong untuk ditingkatkan menjadi Perda,” beber Gusnan.

Selain itu juga, Gusnan mengimbau kepada jajaran kepala desa dan lurah, agar lebih mengaktifkan Taman Pengajian Alquran (TPA) di masjid.

Ditambahkan Gusnan, dengan adanya upaya menjadikan BS Sebagai Kabupaten Hafidz, selain mendorong siswa untuk tuntas baca tulis Alquran, juga diharapkan dapat meminimalisir kegiatan negatif para siswa. Sebab, selama ini banyak ditemukan pelajar kita mabuk miras, komix, samcodin dan lain sebagainya.

“Saya berharap dengan mereka belajar mengaji dan aktif belajar agama dan pengajian lainnya, maka siswa kita dapat meninggalkan kegiatan negatif,” harap Gusnan. (369)