Siapa Juara Bengkulu Triathlon 2017?

Test lintasan renangPagi Ini Start dari Perairan Tapak Paderi
BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jumlah peserta yang terdata ikut dalam Bengkulu Triathlon 2017 yang akan digelar pagi ini (21/7), sudah mencapai ratusan orang.  Informasinya, selain atlet nasional, ada juga atlet mancanegara sebanyak 7 orang.

Sehingga dipastikan persaingan merebut medali juara sangat ketat.
HAl itu diakui atlet dari Pasukan Marinir (Pasmar) I Surabaya (Timur) dan Pasmar II Jakarta (Barat).

Prakamar Agus Tri Wahono (30), salah satu atlet dari Pasmar I Surabaya atau Pasmar Wilayah Timur, sebelumnya mengatakan, lintasan yang akan mereka lalui tidak begitu berat, yang berat ialah lawan yang akan dihadapinya nanti ketika perlombaan dimulai. Sebab peserta yang hadir nantinya dari seluruh penjuru Indonesia dan 7 orang dari atlet luar negara. “Kalau rutenya tidak begitu sulit. Tapi lawan kita yang berat-berat,” ungkapnya.

Sedangkan Leonardo, atlet dari Provinsi Sumatra Utara, merasa optimis bisa menyelesaikan perlombaan, apalagi pada bidang renang hanya menempuh jarak 1,5 kilometer sementara dirinya biasa menempuh jarak 3 kilometer. “Mudah-mudahan saja saya bisa menyelesaikannya, walaupun ombaknya cukup besar dan sepertinya membingungkan,” ujarnya.

Sementara, salah seorang atlet yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Seprin Eka Oktafiani, mengatakan baru pertama kali mengikuti perlombaan Trithlon. Selama ini ia merupakan atlet lari dan sepeda. “Ini pertama kali saya ikuti membawa nama Bengkulu,” jelasnya, kemarin (21/7).

Keinginan besar Eka mengikuti Triathlon, satu sisi dirinya belum pernah ikut sehingga penasaran dan satu sisi lain dirinya ingn mengasah kemampuannya, apalagi yang ikut selain atlet daerah dan nasional, juga diikuti atlet luar negeri.

Untuk mempersiapkan keikutsertaannya di ajang Bengkulu Triathlon, sejak awal bulan Mei 2017 yang lalu, tepatnya pada bulan puasa, Eka dengan melatih lari dan bersepeda di Kabupaten Rejang Lebong.

“Saya tahu ada perlombaan, jadinya saya mulai latihan, cuma latihan renang yang saya tidak lakukan selama bulan puasa, takut tertelan,” katanya.

Sedangkan, Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Fajar Rusdianto melalui Bidang Humas kegiatan Triathlon Kapten M Abdulah Sidik SPd Tekmet, membenarkan jika kemarin sesuai jadwal dari panita para atlet diarahkan untuk mencoba 3 rute yang akan mereka lintasi hari ini. “Kita buka pagi tadi (kemarin) dan kita tutup untuk pengenalan rute pada pukul 22.00 WIB, karena mereka sudah harus di atas KRI,” jelasnya.

Mengenai kesiapan panitia, Sidik menyatakan telah siap sekitar 98 persen, sementara untuk 2 persennya lagi untuk di KRI dan perlombaan yang dilaksanakan pagi ini.

Sementara, untuk kegiatan Bengkulu Triathlon 2017 sebanyak 200 peserta yang akan mengikutinya, dimana hingga pukul 11.30 WIB kemarin, sudah mencapai 98 persen yang telah tiba di Bengkulu, sementara sisanya masih dalam perjalanan.

“Mudah-mudahan besok (hari ini) semuanya berjalan dengan lancar hingga selesai perlombaan,” harapnya.

Sigit berharap setelah ini kegiatan ini, akan muncul atlet-atlet triathlon yang berasal dari Provinsi Bengkulu, untuk mengharumkan nama Bengkulu dikancah nasional bahkan internasional.

“Untuk itu kita sangat mengapresiasi atlet kita yang berasal dari Bengkulu,” ujarnya.

Selain mencoba rute yang akan ditaklukan dalam perlombaan Bengkulu Triathlon 2017 siang harinya, para atlet akan bermalam di atas kapal Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 jenis Landing Platform Dock.

Seperti yang dilakukan kemarin, setelah mencoba rute untuk lomba bersepeda dan lari, sebagian besar atlet yang baru tiba dari kota atau negaranya masing-masing, mencoba keganasan ombak Bengkulu.

Setelah mencoba rute perlombaan, tadi malam (21/7) sekitar pukul 22.00 WIB, para atlet diarahkan untuk menaiki kapal Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 jenis Landing Platform Dock, untuk dibawa ke tengah laut dan bermalam di atas kapal. Menginapnya para atlet di atas kapal, sebab pada pukul 07.00 WIB para atlet akan terjun dari KRI Banda Aceh untuk memulai star lomba.

Kemudian pertama para peserta akan berenang di laut Bengkulu sejauh 1,5 kilometer untuk kelas standar, dan lebih kurang 750 meter untuk kelas sprint, menuju bibir Pantai Malabero, tepatnya di belakang Mess Pemda.

Selanjutnya, peserta akan mengambil sepeda untuk melanjutkan perlombaan bersepeda dari Bundaran Tugu Pers – Pantai Jakat – putar balik jembatan Pasar Bengkulu – kembali Pantai Jakat – bundaran Tugu Pers – Fort Marlborough – Mapolres Kota – BI – Masjid Jamik – Simpang 5 Suprapto – Simpang Skip Graha Pena Bengkulu Ekspress -Tanah Patah – Simpang Padang Harapan – Bundaran DPRD Prov – Balik kanan kembali ke Simpang Padang Harapan -Tanah Patah – Simpang Skip Graha Pena BE – Simpang 5 Suprapto – Kediaman Ibu Fatmawati Soekarno -Pertigaan BIM (Bencoolen Mall) – Masjid At Taqwa – Kediaman Bung Karno – Simpang 5 – Masjid Jamik – Unihaz – BI – Kediaman Gubernur – Tugu Thomas Parr – Bundaran Tugu Pers sepanjang 20 kilometer untuk peserta sprint.

Sementara untuk peserta standar, akan kembali mengulangi jalur yang sama hingga mencapai perjalanan sepanjang 40 kilometer, dimana dalam perlombaan sepeda membutuhkan waktu lebh kurang 3 jam.

Terakhir setelah mengayuh sepeda sepanjang 20 dan 40 kilometer, para peserta akan kembali berlari dari kawasan mess Pemda menuju sport center sebagai finish dari perlombaan dengan jarak 10 kilometer untuk standar dan 5 kilometer untuk sprint.

Pertama di Indonesia

Sementara itu, Bengkulu Triathlon 2017 ini menjadi event terunik dari event triathlon yang pernah digelar di Indonesia. Pasalnya, star perlombaannya dimulai dari atas kapal perang, yakni Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 jenis Landing Platform Dock.

“Jadi ini menjadi event pertama di Indonesia, triathlon starnya lewat kapal perang,” ujar Komandan KRI Banda Aceh-593, Letkol Laut (P) Whisnu Kushardianto HL 43 kepada BE, kemarin.

Whisnu juga menjelaskan bawah KRI Banda Aceh 593 sendiri sudah dua kali bersandar di Provinsi Bengkulu. “Kalau saya baru pertama kali datang ke Bengkulu. Tapi kalau KRI Banda Aceh sudah dua kali. Itu sebelum saya menjabat sebagai komandan,” ungkapnya.

Secara persiapan, Whisnu menuturkan, KRI Banda Aceh telah siap untuk digunakan pada hari ini. Termasuk para atlet yang akan star dari KRI Banda Aceh juga akan bermalam satu malam sebelum melakukan star perlombaan yang rencananya akan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut.

“Semua persiapan sudah kita siapkan. Jadi semua atlet nanti akan bermalam dulu di kapal. Baru nanti kita akan berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai menuju laut kawasan Tapak Padri Bengkulu,” terang Whisnu.

Untuk posisi star, KRI Banda Aceh akan melihat kondisi cuaca. Sebab posisi kapal sendiri tidak bisa diatur secara manual. Harus berpedoman dengan kondisi cuaca. Jika memang kondisi mendukung, tentu posisi star akan langsung menghadap ke kawasan Tapak Padri. Kemudian atlet bisa star berenang sepanjang 1,5 kilometer menuju daratan. Kemudian para atlet akan bersepeda mengelilingi Kota Bengkulu dengan panjang sekitar 40 kilometer dan terakhir akan berlari sepanjang 10 kilometer menuju kawasan Sport Center Kota Bengkulu

“Kondisi cuaca akan menentukan. Kalau memang bagus, posisinya juga akan bagus. Kita minta doanya dengan masyarakat Bengkulu, semoga cuacanya bisa bagus,” ujarnya.

Selain itu, Whisnu juga menuturkan permintaan Lanal Bengkulu untuk berpartisipasi mendukung Bengkulu Triathlon 2017 disambut baik. Sebab selain ajang olahraga, event Bengkulu Triathlon 2017 yang dibuat oleh Angatan Laut (AL) Provinsi Bengkulu, berkersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Bank Bengkulu, Universitas Bengkulu serta Harian Bengkulu Ekspress dan Bengkulu Ekspress Televisi (BETV) itu sebagai bentuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Bengkulu.

“Kita dikonfirmasi dari 3 bulan lalu. Niat ini kita sambut baik, karena memang misinya untuk mengenalkan wisata daerah. Kami disini juga harus hadir untuk ikut berpartisipasi,” pungkas Whisnu. (614/151)